Iran Vs Amerika Memanas
Kapal Perang Amfibi USS Tripoli Bawa Ribuan Marinir AS Lewat Selat Malaka Menuju Iran
Kapal serbu amfibi USS Tripoli membawa ribuan pasukan Marinir melintasi Laut Cina Selatan dengan kecepatan sekitar 22 mil per jam
Kapal Perang Amfibi USS Tripoli Bawa Ribuan Marinis AS Lewat Selat Malaka Menuju Iran
TRIBUNNEWS.COM - Sebuah kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), dilaporkan sedang mendekati Selat Malaka di lepas pantai Singapura, dalam perjalanan menuju Timur Tengah.
Kapal perang AS itu diyakini membawa ribuan Marinir dan pelaut AS di tengah konflik yang terjadi antara AS dan Israel melawan Iran.
Baca juga: Sebagian dari 5 Ribu Marinir AS Sudah Tiba di Timur Tengah, Operasi Darat Sisir Nuklir Iran?
Mengutip laporan CNN, informasi seputar kapal perang AS tersebut berdasarkan data pelacakan maritim yang ditinjau oleh jaringan tersebut pada Selasa (17/3/2026).
"Data dari Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) menunjukkan kalau kapal serbu amfibi USS Tripoli mendekati Singapura pada Selasa pagi, setelah meninggalkan Okinawa pada 11 Maret dan melintasi Laut Cina Selatan dengan kecepatan sekitar 22 mil per jam," tulis laporan itu dikutip Rabu (18/3/2026).
Seputar Pasukan Marinir AS yang Dikerahkan ke Timur Tengah
Kapal ini, yang panjangnya sekitar 850 kaki dan beratnya sekitar 45.000 ton, adalah kapal induk kecil, karena dapat membawa pesawat tempur siluman F-35 dan helikopter MV-22 Osprey, selain kapal pendaratan untuk mengangkut pasukan ke pantai.
Jaringan berita tersebut mengutip tiga pejabat yang mengetahui informasi tersebut yang mengatakan bahwa kapal itu kemungkinan akan membawa unsur-unsur dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31.
Unit Ekspedisi Marinir ke-31 Angkatan Laut AS merupakan pasukan reaksi cepat yang terdiri dari sekitar 2.200 personel.
"Pengerahan unit elite serbu ini menyusul keputusan Departemen Pertahanan AS untuk mengerahkan unit tersebut ke Timur Tengah, tanpa mengungkapkan lokasi pengerahan atau sifat tugas yang diberikan kepadanya," kata laporan itu.
Unit-unit ini biasanya terdiri dari empat elemen utama, termasuk komando, pertempuran darat, pertempuran udara, dan dukungan logistik.
"Unit ini biasanya melakukan misi evakuasi, operasi amfibi, dan serangan, serta beberapa di antaranya memiliki kemampuan untuk melakukan operasi khusus," kata ulasan tersebut.
Laporan CNN juga mencatat bahwa mereka telah meminta komentar dari Armada Kelima dan Ketujuh AS mengenai pergerakan ini, tetapi belum menerima tanggapan segera.
(oln/CNNint/*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/OPERASI-AMFIBI-Kapal-perang-Angkatan-Laut-Amerika-Serikat.jpg)