Iran Vs Amerika Memanas
Pemimpin Tertinggi Tidak Terlihat, Tokoh Politik dan Militer Terbunuh, Siapa yang Jalankan Iran?
Israel membunuh sejumlah tokoh penting Iran, memperdalam krisis kepemimpinan. Mojtaba Khamenei belum muncul di publik
Ringkasan Berita:
- Israel membunuh sejumlah tokoh penting Iran, memperdalam krisis kepemimpinan.
- Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi, tetapi belum muncul di publik.
- IRGC mengambil peran dominan, sementara faksi politik tetap terpecah.
TRIBUNNEWS.COM - Lebih dari dua minggu setelah Israel membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, struktur kekuasaan negara itu kembali dilanda gelombang pembunuhan terhadap tokoh-tokoh penting.
Di antara mereka yang tewas adalah Ali Larijani, yang pernah dianggap sebagai orang kedua paling berpengaruh di Iran, serta Gholamreza Soleimani, yang memimpin pasukan paramiliter Basij.
Serangan-serangan ini merupakan bagian dari kampanye sistematis untuk menyingkirkan tokoh-tokoh kunci dari kepemimpinan militer dan politik Iran, termasuk kepala Dewan Pertahanan Nasional, komandan IRGC, dan menteri pertahanan.
Pada Rabu (18/3/2026), Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengonfirmasi pembunuhan besar lainnya dengan mengumumkan bahwa Menteri Intelijen Iran, Esmail Khatib, telah “dieliminasi” dalam serangan semalam.
Sambil mengungkapkan operasi tersebut, Katz memperingatkan bahwa kampanye ini masih jauh dari selesai.
“Kejutan besar diperkirakan akan terjadi sepanjang hari ini di semua lini,” katanya, tanpa memberikan rincian spesifik.
“Kami akan terus menggagalkan dan memburu mereka semua.”
Pada 9 Maret 2026, Iran secara resmi menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi yang baru.
Namun, ia belum muncul di depan umum sejak serangan AS-Israel pada 28 Februari 2026 yang menewaskan ayah, istri, dan putranya.
Pada Kamis (12/3/2026), Mojtaba Khamenei mengeluarkan pesan pertamanya sejak perang ini berlangsung.
Ia menyerukan perlawanan militer yang berkelanjutan dan mengatakan bahwa Selat Hormuz harus tetap menjadi alat tekanan, meskipun pertanyaan tentang kesehatan dan keberadaannya terus muncul.
Dilansir Iran International, pesan tersebut tidak disampaikan secara langsung.
Baca juga: Benarkah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Dirawat di Rusia? Ini Kata Jubir Kremlin
Pesan itu dibacakan oleh seorang penyiar televisi pemerintah, sementara foto Khamenei ditampilkan di layar.
Kemudian pada Rabu (18/3/2026), Mojtaba kembali mengeluarkan pernyataan setelah kematian Larijani.
Mengutip PressTV, Mojtaba Khamenei memberikan penghormatan kepada Larijani dengan mengatakan, “Beliau adalah individu yang berilmu, berpandangan jauh, cerdas, dan berdedikasi, serta memiliki beragam pengalaman di berbagai bidang politik, militer, keamanan, budaya, dan manajerial.”