Minggu, 19 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Klaim Iran Kian Solid, Tuduh Musuh Salah Hitung Kekuatan Internal

Pemimpin baru Iran Mojtaba menegaskan ketahanan nasional tetap kuat di tengah eskalasi konflik regional pasca serangan gabungan dan .

tangkapan layar
PEMIMPIN IRAN - Potret Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei yang diunggah situs berita resmi milik pemerintah Iran, PressTV. Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei. 

 

Ringkasan Berita:
  • Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba klaim kekuatan internal Iran lebih solid dari perkiraan musuh.
  • Iran tuduh strategi lawan gagal memicu pemberontakan dan menjatuhkan sistem politik.
  • Eskalasi konflik meningkat usai serangan – dan balasan militer Iran di kawasan.

 

TRIBUNNEWS.COM - Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei menyatakan bahwa kekuatan garis depan negaranya jauh lebih kokoh dibandingkan asumsi para “musuh.” 

Dalam pesan tertulis memperingati pada Jumat, ia menuding pihak lawan salah memperhitungkan kekuatan internal Iran.

Menurut Khamenei, konflik dipicu setelah pihak musuh gagal memicu pemberontakan rakyat dari dalam negeri.

Ia menyebut strategi pembunuhan terhadap tokoh politik dan militer Iran dimaksudkan untuk menimbulkan ketakutan dan menjatuhkan sistem, namun tidak berhasil.

Ia menegaskan rakyat Iran justru membentuk “garis pertahanan luas” yang memperkuat stabilitas nasional, mengutip Anadolu Agency, Sabtu (21/3/2026).

Khamenei juga meminta media dalam negeri untuk tidak menonjolkan kelemahan internal, karena menurutnya operasi media asing bertujuan merusak persatuan nasional.

Untuk tahun baru ini, ia menetapkan slogan “ekonomi perlawanan di bawah persatuan nasional dan keamanan nasional.”

Selain itu, ia membantah keterlibatan Iran dalam serangan yang menargetkan dan , serta menuduh berupaya memecah hubungan Iran dengan negara-negara tetangganya.

Ketegangan kawasan meningkat sejak serangan gabungan dan pada 28 Februari yang menewaskan sekitar 1.300 orang.

Termasuk pemimpin tertinggi sebelumnya Ayatollah Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal ke berbagai target di kawasan, memicu korban jiwa, kerusakan infrastruktur.

Serta gangguan pada pasar global dan penerbangan.

(*) 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved