Iran Vs Amerika Memanas
Selat Hormuz Dipajaki, Iran Berpotensi Raup Puluhan Miliar Dolar dari Jalur Minyak Dunia
Selat Hormuz dipajaki! Iran ubah konflik jadi peluang cuan hingga Rp1.200 triliun per tahun. Dunia waspada, harga minyak terancam melonjak tajam!
Ringkasan Berita:
- Dari menutup Selat Hormuz, Iran beralih ke penerapan tarif sebagai alat ekonomi, kontrol wilayah, dan negosiasi konflik.
- Tarif sebesar 1 dolar AS per barel berpotensi menghasilkan 70–80 miliar dolar AS per tahun, bahkan melampaui pendapatan ekspor minyak Iran sebelumnya.
- Kebijakan ini sempat picu kemacetan kapal, gangguan pasokan, dan lonjakan harga minyak dunia karena jalur ini dilalui hampir 20 persen energi global.
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Iran dilaporkan tengah mempertimbangkan kebijakan strategis baru dengan mengenakan biaya transit bagi kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz.
Langkah ini dinilai berpotensi menjadi sumber pendapatan besar bagi negara di tengah dinamika konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.
Rencana Iran untuk mengenakan tarif pada kapal yang melintasi Selat Hormuz tidak muncul tanpa alasan.
Iran sebelumnya sempat menutup jalur tersebut sebagai respons. Namun, setelah situasi mulai bergeser termasuk adanya gencatan senjata sementara, Iran mengubah pendekatannya.
Penutupan total yang berisiko memicu konflik lebih luas kemudian dialihkan menjadi kebijakan pengendalian dan monetisasi jalur, yakni dengan menerapkan tarif bagi kapal yang melintas.
Dalam konteks ini, tarif dipandang sebagai alat negosiasi untuk memperkuat posisi tawar Iran dalam konflik, sekaligus memberi tekanan kepada negara-negara yang bergantung pada jalur tersebut.
Langkah tersebut mencerminkan upaya Iran memperkuat kontrol strategis atas Selat Hormuz.
Dengan mengenakan biaya dan mengatur lalu lintas kapal, Iran dapat menunjukkan pengaruhnya terhadap salah satu jalur energi paling vital di dunia.
Kontrol ini tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga pada keamanan dan stabilitas kawasan.
Lebih jauh, sejumlah analis menilai, alasan utama Iran memberlakukan tarif adalah untuk membuka sumber pendapatan baru.
Dengan posisi Selat Hormuz sebagai jalur yang dilalui hampir 20 persen perdagangan energi dunia, potensi pendapatan dari tarif transit dinilai sangat besar.
Krisis Energi Jadi Momentum Ekonomi
Berdasarkan laporan yang beredar, Iran mempertimbangkan untuk mengenakan biaya sekitar 1 dolar AS per barel bagi kapal tanker yang melintas
Melalui volume perdagangan energi yang sangat besar di Selat Hormuz, kebijakan ini diperkirakan mampu menghasilkan pendapatan antara 70 hingga 80 miliar dolar AS per tahun.
Baca juga: Pesan Terbaru Pemimpin Tertinggi Iran: Tak Ingin Perang dengan AS-Israel, tapi Tak Lepaskan Hak Kami
Nilai tersebut bahkan disebut dapat melampaui pendapatan ekspor minyak tradisional Iran.
Sebagai perbandingan, pendapatan minyak Iran tercatat sekitar 41,1 miliar dolar AS pada 2023 dan meningkat menjadi 46,7 miliar dolar AS pada 2024, menunjukkan bahwa tarif transit bisa menjadi sumber ekonomi baru yang signifikan.