Kebakaran Pabrik Suku Cadang di Daejeon Korsel: Menewaskan 11 Orang, 50 Terluka dan Tiga Hilang
Kebakaran pabrik di Daejeon tewaskan 11 orang, puluhan luka, dan tiga hilang setelah api berkobar lebih dari 10 jam
Ringkasan Berita:
- Kebakaran besar melanda pabrik suku cadang di Daejeon, menewaskan 11 orang, melukai lebih dari 50, dan tiga lainnya masih hilang
- Insiden terjadi saat 170 pekerja beraktivitas, dengan pemadaman memakan waktu lebih dari 10 jam
- Proses sempat terhambat karena adanya natrium yang berisiko meledak, sebelum akhirnya api berhasil dikendalikan
TRIBUNNEWS.COM, KORSEL – Kebakaran besar melanda sebuah pabrik suku cadang otomotif di Daejeon, Korea Selatan bagian tengah mengakibatkan sedikitnya 11 orang tewas dan melukai lebih dari 50 orang dan tiga orang masih dinyatakan hilang.
Kebakaran terjadi pada Jumat (20/3) sore hari saat sekitar 170 pekerja sedang berada di dalam pabrik untuk menjalankan aktivitas rutin.
“Kebakaran berhasil dipadamkan sepenuhnya setelah sekitar 10 jam 30 menit,” kata pihak berwenang, seperti dikutip dari Yonhap.
Insiden tersebut menyebabkan kontak terputus dengan 14 pekerja yang berada di dalam area terdampak saat api mulai berkobar.
Petugas pemadam kebakaran kemudian mengonfirmasi 11 korban meninggal dunia, sementara tiga orang lainnya masih dalam pencarian.
Baca juga: Kebakaran Lahan di Kawasan Merbau Pelalawan Berhasil Dikendalikan, Tim Gabungan Lakukan Pendinginan
Korban ditemukan di beberapa titik bangunan, terutama di area yang mengalami kerusakan paling parah akibat kobaran api.
Selain korban jiwa, lebih dari 50 orang dilaporkan mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan bervariasi, mulai dari ringan hingga serius.
Sebagian besar korban mengalami gangguan pernapasan akibat menghirup asap serta luka bakar.
Proses pemadaman sempat mengalami kendala karena di dalam pabrik tersimpan sekitar 100 kilogram natrium, bahan yang berisiko meledak jika terkena air.
Untuk menghindari bahaya tersebut, petugas terlebih dahulu memindahkan natrium ke lokasi yang aman sebelum melakukan pemadaman secara intensif.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar 10,5 jam setelah pertama kali muncul.
Operasi pencarian terhadap korban hilang masih terus dilakukan hingga Sabtu.
Tim penyelamat baru dapat melakukan penyisiran secara maksimal setelah para ahli memastikan struktur bangunan cukup aman dan tidak berisiko runtuh.
Sementara itu, pihak berwenang menyatakan bahwa penyelidikan terkait penyebab kebakaran akan dilakukan setelah kondisi lokasi benar-benar aman.
Tragedi ini kembali menyoroti pentingnya penerapan standar keselamatan kerja yang ketat di sektor industri manufaktur guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (AsahiTV/Yonhap)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-kebakaran-di-gedung.jpg)