Selasa, 14 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Qeshm 'Kapal Induk' Iran yang Tak Akan Pernah Tenggelam

Kabarnya Iran atau AS bisa menguasai Selat Hormuz jika mampu merebut pulau Qeshm.

|
Editor: Hasanudin Aco
Foto: Arsip Pulau Qeshm/iStock
Pulau Qeshm benteng pertahanan Iran di bawah tanah yang susah ditembus. 

Ringkasan Berita:
  • Di Qeshm terdapat gua-gua atau terowongan di bawah tanah yang berliku-liku menyerupai labirin.
  • Ini adalah benteng pertahanan Iran di bawah tanah yang menampung sejumlah rudal dan sejumlah alat persenjaan berat lainnya.
  • Dari sinilah Selat Hormuz dikendalikan Iran.
  • Sejarah Qeshm sebagai benteng pertahanan kokoh telah terbukti beribu-ribu tahun yang lalu saat pendudukan Portugis dan Inggris.

TRIBUNNEWS.COM, IRAN - Pada 7 Maret 2026 lalu,  militer Amerika Serikat  (AS) secara  khusus menyerang Pulau Qeshm di Teluk Persia.

Pemerintah Iran berang dan menyebut serangan itu sebagai pelanggaran terhadap 148.000 warga sipil yang tinggal di sekitar wilayah itu.

Di Qeshm terdapat  gua-gua atau terowongan di bawah tanah yang berliku-liku menyerupai labirin.

Dahulu, para wisatawan berbondong-bondong mengunjungi "museum geologi terbuka" ini untuk melihat formasi batuan surealisnya.

Di masa perang ini, gua-gua itu sangat strategi sebagai benteng pertahanan bawah tanah bagi pasukan Iran dan susah ditembus oleh lawan.

Karena letaknya berada di bawah tanah dekat laut maka Qeshm dijuluki 'kapal induk' militer Iran yang tak pernah tenggelam.

PENUTUPAN SELAT HORMUZ - Iran mengumumkan penutupan jalur pelayaran Selat Hormuz dan menyiarkan peringatan radio kepada kapal tanker “Dilarang melintas
PENUTUPAN SELAT HORMUZ - Iran mengumumkan penutupan jalur pelayaran Selat Hormuz dan menyiarkan peringatan radio kepada kapal tanker “Dilarang melintas" pada 1 Maret 2026. Selat Hormuz menjadi krusial karena jalur ekspor paling vital dunia, bahkan disebut sebagai "Nadi Energi Dunia". TRIBUNNEWS/AKBAR PERMANA (Tribunnews.com)

Posisi yang strategis

Ukurannya yang sangat besar – sekitar 1.445 km persegi (558 mil persegi).

Saat ini, 148.000 penduduk pulau itu – yang sebagian besar adalah Muslim Sunni yang berbicara dialek Bandari yang unik.

Mereka saat ini hidup diantara keindahan alam peninggalan kuno dengan ancaman serangan dari Israel dan AS.

Wilayah itu adalah zona industri perdagangan bebas sejak tahun 1989.

Benteng  tersembunyi di bawah tanah

Di atas tanah, terlihat komunitas nelayan, pasar, dan rumah-rumah penduduk.

Dahulu, wisatawan datang ke  Qeshm untuk melepaskan diri dari hiruk pikuk kota.

Namun di bawah tanah, terdapat terowongan yang membentang seperti labirin.

Laporan menunjukkan bahwa terowongan ini menyimpan rudal anti-kapal, ranjau laut, dan bahkan armada drone yang dirancang untuk menargetkan kapal-kapal di Teluk.

Belum diketahui pasti berapa  jumlah persenjataan Iran yang berada di bawah tanah Qeshm.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved