Iran Vs Amerika Memanas
Houthi Turun Gunung Lawan AS-Israel, Siap Kunci Selat Bab al-Mandab
Houthi siap blokade Selat Bab al-Mandab lawan AS-Israel, ancam jalur energi dunia, picu lonjakan harga minyak dan krisis global.
Ringkasan Berita:
- Houthi siap terlibat perang lawan AS-Israel, ancam blokade Selat Bab al-Mandab sebagai tekanan terhadap negara “agresor” dan dukungan ke Iran.
- Selat Bab al-Mandab jadi senjata strategis, karena merupakan jalur utama distribusi minyak dan gas dunia dari Timur Tengah ke Eropa dan Asia.
- Dampak global besar mengintai, mulai dari lonjakan harga minyak, biaya logistik naik, hingga risiko inflasi dan krisis energi jika terganggu bersamaan dengan Selat Hormuz.
TRIBUNNEWS.COM - Kelompok Houthi di Yaman menyatakan kesiapan untuk terlibat langsung dalam konfrontasi melawan Amerika Serikat dan Israel.
Bahkan, kelompok tersebut kini mempertimbangkan langkah strategis dengan memblokir Selat Bab al-Mandab, jalur vital perdagangan global.
Pernyataan ini disampaikan oleh anggota biro politik Houthi, Mohammed al-Bukhaiti dikutip dari kantor berita Rusia RIA Novosti, Minggu (22/3/2026).
Melalui pernyataan resminya, al-Bukhaiti menegaskan bahwa langkah penutupan selat hanya akan dilakukan jika situasi konflik terus memburuk.
Ia menyebut, target utama bukanlah seluruh kapal internasional, melainkan kapal-kapal milik negara yang dianggap sebagai “agresor”.
Adapun negara yang dimaksud adalah pihak-pihak yang terlibat dalam konflik melawan Iran, serta sekutu-sekutunya seperti Lebanon, Palestina, dan Irak.
Dengan kata lain, blokade ini dirancang sebagai bentuk tekanan langsung terhadap negara-negara yang berseberangan dengan “poros perlawanan”.
Kebijakan selektif tersebut menunjukkan bahwa Houthi berupaya memposisikan diri sebagai aktor strategis dalam konflik regional.
Sekaligus mengirim pesan bahwa jalur perdagangan global dapat dijadikan alat tekanan politik dan militer.
Jalur Selat Bab al-Mandab Terancam
Mengutip dari Xinhua, keputusan blokade diambil Houthi tidak lepas dari posisi Selat Bab al-Mandab sebagai salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia.
Selat ini menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi rute utama distribusi minyak dan gas dari kawasan Timur Tengah menuju Eropa dan sebagian Asia.
Houthi memanfaatkan posisi geografis tersebut sebagai alat tekanan politik dan militer.
Baca juga: Arab Saudi Usir Pejabat Militer Iran, Kecam Serangan Terang-terangan terhadap Kerajaan dan Kawasan
Dengan mengancam menutup jalur ini, mereka berupaya mengganggu kepentingan negara-negara yang dianggap sebagai lawan, sekaligus menunjukkan dukungan terhadap Iran dan kelompok sekutunya dalam “poros perlawanan”.
Selain itu, langkah ini juga menjadi bentuk balasan tidak langsung atas serangan udara yang sebelumnya dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap posisi Houthi di Yaman.
Dengan kata lain, blokade Selat Bab al-Mandab diposisikan sebagai strategi asimetris menyerang titik lemah lawan melalui jalur ekonomi global.