Iran Vs Amerika Memanas
Donald Trump Terhuyung-huyung Turun dari Air Force One dan Kesulitan Duduk, Ada Apa?
Donald Trump pun sudah menggunakan obat berupa krim sebagai perawatan preventif.
Ringkasan Berita:
- Sebuah momen singkat yang terekam kamera kembali memicu perdebatan soal Donald Trump.
- Sejumlah netizen menyatakan jalan Trump tampak terhuyung-huyung saat turun dari pesawat Air Force One.
- Video lainnya memperlihatkan Trump kesulitan duduk.
- Pekan lalu, sebuah memar juga terlihat di belakang kuping Trump, menimbulkan spekulasi mengenai kesehatannya.
TRIBUNNEWS.COM, AS - Di tengah perang melawan Iran, sebuah video menunjukkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjalan dengan hati-hati menuruni tangga Air Force One telah memicu perdebatan baru seputar kesehatannya.
Pengguna media sosial mengamati dengan seksama gerakannya dan mempertanyakan kondisi fisiknya.
Rekaman tersebut diambil saat Trump yang berusia 79 tahun itu tiba di Florida AS pada Minggu (21/3/2/2026) kemarin.
Video itu juga dengan cepat menyebar secara online dan menimbulkan beragam reaksi.
Beberapa netizen di media sosial melihat tanda-tanda ketidaknyamanan saat dia melangkah turun dari pesawat dan yang lain menganggap perbincangan itu berlebihan.
Dalam klip tersebut, Trump terlihat berpegangan pada tangga pesawat namun dengan langkah yang sangat hati-hati.
Dia berhenti sejenak di tengah tangga hingga bisa turun.
“Wow! Trump benar-benar terlihat tua, lelah, dan berantakan, dia hampir tidak bisa menuruni tangga Air Force One!” tulis seorang pengguna sambil membagikan video tersebut.
Yang lain berpendapat bahwa gerakan seperti itu bisa jadi hal yang rutin, meskipun visualnya sudah cukup untuk memicu spekulasi.
Muncul di tengah kekhawatiran kesehatan Trump
Video terbaru ini muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap penampilan fisik Trump dalam beberapa bulan terakhir.
Para pengamat merujuk pada pergelangan kaki yang pernah bengkak, perubahan warna kulit, dan tanda-tanda lain yang terlihat di tubuh Trump.
Ruam di telinga dan tangan
Ini memang bukan kali pertama gerak-geriknya menarik perhatian.
Pada 2 Maret 2026 lalu, terekam kamera pers ada ruam merah di leher Donald Trump saat menghadiri upacara pemberian Medali Kehormatan di Gedung Putih.
Ruam tersebut terlihat di bagian belakang leher Trump di dekat kerah baju.
Menurut dokter pribadi Donald Trump, Sean P Barbabella, dikutip dari New York Times, kondisi ruam tersebut diperkirakan akan terjadi selama beberapa minggu.
Donald Trump pun sudah menggunakan obat berupa krim sebagai perawatan preventif atau pencegahan terhadap kondisi kulit tersebut.
Januari 2026 lalu, tangan Trump juga terlihat memar saat menghadiri Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss.
Hal ini juga menimbulkan berbagai spekulasi soal kesehatannya.
Trump berulangkali membantah klaim soal kesehatannya dan sering merujuk pada penilaian medis sebelumnya oleh mantan dokter Gedung Putih, Ronny Jackson.
“Saya tidak akan pernah lupa, mereka bertanya, 'Siapa presiden yang paling sehat?' Dia menjawab, 'Jauh sekali Trump. Tidak ada seorang pun yang mendekatinya,'” kata Trump baru-baru ini.
Tak tenang saat duduk
Diskusi semakin memanas setelah video lain dari upacara sehari sebelumnya menunjukkan Trump tampak berusaha menenangkan diri sebelum duduk.
Dalam rekaman itu, dia mencengkeram meja dengan kedua tangan dan menurunkan dirinya ke kursi, wajahnya sesaat menegang saat dia menekuk lututnya.
Meskipun momen itu hanya berlangsung beberapa detik, momen tersebut telah dibagikan secara luas, menambah perdebatan yang sedang berlangsung.
Reaksi di dunia maya beragam, mulai dari kekhawatiran hingga kritik tajam.
“Sudah saatnya dia berterus terang tentang kesehatannya,” tulis seorang pengguna.
Komentar lain berbunyi, “Mungkin dia akan jatuh dan patah lehernya.”
“Trump semakin tua dan otaknya sudah kacau,” sementara yang lain menambahkan, “Beban dari keputusan buruknya mulai menghantuinya.”
Yang lain mempertanyakan apakah momen-momen tersebut diambil di luar konteks, menunjuk pada kecepatan bagaimana klip pendek dapat membentuk narasi seputar tokoh publik.
Terlepas dari perhatian yang kembali tertuju padanya, belum ada pernyataan resmi yang mengindikasikan perubahan jadwal Trump.
Ia diperkirakan akan menghabiskan akhir pekan di Florida sebelum melakukan perjalanan ke Tennessee dan kemudian kembali ke Washington.
Sumber: India Today/NYT
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Trump-Singgah-Bertemu-Duta-Besar-AS.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.