Konflik Rusia Vs Ukraina
Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.489, Zelenskyy: Dunia Tak Bisa Stabil Tanpa Ukraina
Zelenskyy mengingatkan mitra Eropanya bahwa keamanan mereka tidak akan stabil tanpa peran Ukraina yang sedang berjuang melawan invasi Rusia.
Tindakan ini mendapat kecaman luas dari dunia internasional. Amerika Serikat dan negara-negara Barat kemudian menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Rusia serta memberikan dukungan militer dan finansial kepada Ukraina.
Sejak saat itu, perang Rusia–Ukraina menjadi salah satu konflik global paling penting dan berdampak besar dalam beberapa tahun terakhir.
Hingga saat ini, perang masih berlanjut dan AS berupaya mendorong kedua negara untuk melanjutkan perundingan.
Berikut perkembangan perang Rusia-Ukraina pada hari ini, yang dirangkum dari berbagai sumber.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyatakan bahwa pasukan Rusia tengah berupaya meningkatkan intensitas serangan di garis depan dengan memanfaatkan kondisi cuaca yang lebih mendukung.
Pernyataan itu disampaikan setelah pertemuannya dengan panglima militer Ukraina, Oleksandr Syrsky.
Meski demikian, Zelenskyy menegaskan bahwa peningkatan serangan tersebut justru menyebabkan kerugian besar di pihak Rusia.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menguasai desa Potapivka di wilayah Sumy, Ukraina utara, yang berada dekat perbatasan Rusia, dikutip dari The Guardian.
Perwakilan Ukraina dan Amerika Serikat telah menuntaskan hari kedua perundingan di Florida untuk mencari solusi atas konflik yang telah berlangsung selama empat tahun dengan Rusia.
Namun, delegasi Rusia tidak turut hadir dalam pembicaraan tersebut, meskipun sebelumnya sempat direncanakan akan ikut serta dalam negosiasi yang dijadwalkan berlangsung di Abu Dhabi.
-
Kremlin Bantah Rusia Berkata Kasar kepada Prancis
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menegaskan bahwa pemerintah Rusia tidak menggunakan bahasa kasar dalam komunikasi dengan negara lain.
Pernyataan ini muncul setelah laporan Financial Times yang menyebut penasihat Presiden Prancis Emmanuel Macron, yakni Emmanuel Bonne dan Bertrand Buchwalter, melakukan kunjungan ke Moskow dan bertemu dengan ajudan Presiden Rusia Vladimir Putin, Yuri Ushakov.
Menurut sumber diplomat Eropa, pertemuan tersebut membahas usulan keterlibatan Uni Eropa dalam pembicaraan damai.
Namun, laporan itu menyebut pertemuan berakhir dengan pernyataan Ushakov, “Maaf, sebenarnya, tidak, kami tidak [harus], persetan dengan kalian.”
Menanggapi hal itu, Peskov membantah, dengan mengatakan, “Tidak, tidak seorang pun dari kami pernah menggunakan kata-kata kasar untuk menyebut siapa pun.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Z3L3NSKYY-ERTERTERTRT.jpg)