Konflik Rusia Vs Ukraina
Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.489, Zelenskyy: Dunia Tak Bisa Stabil Tanpa Ukraina
Zelenskyy mengingatkan mitra Eropanya bahwa keamanan mereka tidak akan stabil tanpa peran Ukraina yang sedang berjuang melawan invasi Rusia.
“Anda tahu, ada sebuah pepatah bijak dari seorang diplomat yang bijaksana. Apa itu diplomasi? Itu adalah kemampuan untuk menyuruh seseorang pergi ke neraka dengan cara sedemikian rupa sehingga mereka benar-benar berniat untuk pergi ke sana," ujarnya.
Peskov mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut memang terjadi, tetapi tidak menghasilkan sinyal positif. Ia juga menyatakan bahwa Rusia tetap terbuka pada penyelesaian diplomatik.
Sejak awal tahun, Rusia, Amerika Serikat, dan Ukraina telah menggelar tiga putaran pembicaraan, dengan pertemuan terakhir di Jenewa. Rencana pertemuan berikutnya sempat tertunda karena situasi di Timur Tengah, namun disebut akan dilanjutkan kembali, dikutip dari Russia Today.
-
Zelenskyy Berharap AS Tetap Fokus Akhiri Perang Ukraina Meski Konflik dengan Iran Memanas
Volodymyr Zelenskyy menyampaikan harapannya agar Amerika Serikat tetap berkomitmen membantu mengakhiri invasi Rusia, meskipun perhatian negara tersebut kini juga tertuju pada konflik dengan Iran.
Pernyataan itu disampaikan setelah pertemuan para utusan di Florida.
Sementara itu, negosiator dari kubu Donald Trump, yakni Steve Witkoff, menyebut adanya kemajuan dalam pembicaraan, meskipun tanpa rincian lebih lanjut.
Diskusi tersebut berlangsung setelah AS melonggarkan sanksi terhadap sektor minyak Rusia.
-
Zelenskyy Khawatir Konflik Timur Tengah Perpanjang Perang, Soroti Peran Vladimir Putin
Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan kekhawatiran mendalam terkait dampak konflik di Timur Tengah terhadap upaya mengakhiri perang di Ukraina serta kemampuan negaranya dalam bertahan.
Ia juga menyinggung ketegangan dalam hubungan antara Inggris dan Amerika Serikat di tengah konflik dengan Iran, sembari menegaskan bahwa hubungan historis kedua negara lebih kuat dari dinamika politik sesaat.
Selain itu, Zelenskyy menilai bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, kemungkinan menginginkan konflik di Timur Tengah berlangsung lama karena hal tersebut dapat melemahkan posisi Ukraina.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Z3L3NSKYY-ERTERTERTRT.jpg)