Senin, 27 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Sosok Mohammad Marandi, Profesor Iran yang Diancam Aksi Penculikan, Dijuluki 'Kepala Propaganda'

Sebuah akun pro-Israel di platform X mengunggah tawaran hadiah sebesar 1 juta dolar AS bagi siapa pun yang dapat menangkap profesor asal Iran.

Iranintl
DIANCAM DICULIK - Mohammad Marandi, profesor Sastra Inggris dan Orientalisme di Universitas Teheran. Ancaman terhadap Mohammad Marandi mencuat ke ruang publik setelah sebuah akun pro-Israel di platform X mengunggah tawaran hadiah sebesar 1 juta dolar AS bagi siapa pun yang dapat menangkapnya dalam keadaan hidup.  

Dalam berbagai wawancara, Marandi secara konsisten membela kebijakan luar negeri Iran. Ia sering mengangkat narasi tentang “Poros Perlawanan” serta menekankan bahwa Iran memiliki kapasitas militer dan teknologi yang signifikan untuk menghadapi tekanan eksternal.

Pernyataannya terkait serangan drone dan rudal Iran ke Israel pada April lalu menjadi salah satu contoh bagaimana ia membingkai kekuatan negaranya. 

'Iran bahkan belum menggunakan teknologi paling mutakhirnya," ujar Marandi saat diwawancari Sky News ketika itu.

Ia juga kerap menyoroti biaya besar yang harus ditanggung Israel dalam menghadapi serangan tersebut, sembari menegaskan bahwa konflik di kawasan tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang, termasuk persoalan Palestina yang hingga kini belum terselesaikan.

Dalam konteks ini, Marandi menjadi salah satu suara paling lantang dalam membela posisi Iran terhadap isu Gaza. Ia menegaskan dukungan negaranya terhadap rakyat Palestina serta mengkritik keterlibatan Amerika Serikat yang dinilai memperkeruh situasi kawasan.

Selain itu, Marandi juga memiliki pengalaman langsung dalam diplomasi internasional. Ia pernah menjadi penasihat dalam negosiasi perjanjian nuklir Iran, memberikan perspektif dari dalam terkait bagaimana Teheran memandang tekanan dan sanksi global.

Kedekatannya dengan lingkaran kekuasaan Iran juga menjadi faktor penting. Marandi dikenal memiliki pandangan yang sejalan dengan arah kebijakan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, sehingga kerap dianggap sebagai salah satu representasi intelektual dari posisi resmi negara.

Selain itu, Mohammad Marandi disebut merupakan putra Alireza Marandi, dokter pribadi Ali Khamenei, pemimpin Republik Islam.

Dalam konteks perang pembentukan opini di media global, keberadaan Marandi dipandang sebagai ancaman oleh pihak-pihak tertentu, termasuk Israel dan sekutunya. 

Kemampuannya menyampaikan narasi Iran dalam bahasa Inggris yang fasih, serta aksesnya ke media internasional, menjadikannya figur strategis dalam perebutan pengaruh di ruang informasi—sebuah medan yang kini tak kalah penting dibandingkan konflik militer itu sendiri.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved