Senin, 13 April 2026

Kim Jong Un Kembali Berkuasa, Pimpin Korea Utara meski Tuai Sorotan Dunia!

Kim Jong Un kembali berkuasa di Korea Utara, pemilu disorot dunia, arah kebijakan baru picu kekhawatiran stabilitas kawasan dan global.

Ringkasan Berita:
  • Kim Jong Un Kembali Berkuasa, terpilih lagi sebagai Presiden Urusan Negara, memperkuat posisi tertinggi dalam pemerintahan Korea Utara.
  • Sistem satu kandidat dinilai simbolis dan dipertanyakan legitimasinya oleh pengamat internasional.
  • Arah kebijakan baru Korea Utara, termasuk sikap terhadap Korea Selatan, berpotensi memengaruhi stabilitas regional dan dunia.

TRIBUNNEWS.COM - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, kembali diangkat sebagai Presiden Urusan Negara setelah Majelis Rakyat Tertinggi (SPA) menggelar sidang pada Minggu (22/3/2026)

Pengangkatan ini diumumkan oleh kantor berita pemerintah KCNA, yang menyebut keputusan tersebut sebagai bentuk “kehendak bulat rakyat Korea”.

Posisi Presiden Urusan Negara merupakan jabatan tertinggi dalam struktur pemerintahan Korea Utara sekaligus kepala dari Komisi Urusan Negara, lembaga pembuat kebijakan utama negara tersebut.

Meski secara resmi disebut sebagai hasil pemilihan, sejumlah pengamat menilai proses itu, lebih bersifat simbolis.

Sistem politik Korea Utara diketahui hanya menghadirkan satu kandidat yang diajukan oleh partai berkuasa, sehingga hasilnya hampir pasti.

Dalam pemilu sebelumnya, sebanyak 687 deputi terpilih dengan tingkat dukungan mencapai 99,93 persen dan partisipasi 99,99 persen.

Warga hanya diberi pilihan untuk menyetujui atau menolak kandidat tunggal, yang membuat hasil pemungutan suara dianggap telah ditentukan sejak awal.

Analisis dari Institut Analisis Pertahanan Korea, Lee Ho-ryung, menyebut pemilu di Korea Utara sebagai proses yang dirancang untuk memberikan kesan legitimasi demokratis.

Namun, ia menegaskan bahwa tidak ada ekspektasi akan munculnya hasil yang berbeda.

Arah Kebijakan Korea Utara Jadi Sorotan Global

Pengangkatan kembali Kim Jong Un sebagai Presiden Urusan Negara semakin menegaskan keberlanjutan dinasti politik di Korea Utara.

Kim merupakan pemimpin generasi ketiga dalam garis kekuasaan keluarga Kim, setelah kakeknya Kim Il Sung yang mendirikan negara pada 1948, serta ayahnya Kim Jong Il.

Ia mulai memimpin sejak 2011 usai wafatnya sang ayah, dan sejak saat itu terus memperkuat cengkraman kekuasaan di negara tersebut.

Baca juga: Ledakan Misterius Guncang Zona DMZ Perbatasan Korut–Korsel, Sinyal Perang Menguat?

Simbol kesinambungan dinasti ini terlihat jelas dalam foto resmi yang dirilis media pemerintah KCNA.

Dalam gambar tersebut, Kim tampak duduk di tengah panggung dengan latar patung besar ayah dan kakeknya, mencerminkan kuatnya legitimasi historis dan ideologis yang dibangun oleh rezim.

Di sisi lain, sidang Majelis Rakyat Tertinggi yang berlangsung tidak hanya berfokus pada pengangkatan kepemimpinan, tetapi juga diperkirakan membahas isu strategis, termasuk kemungkinan perubahan konstitusi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved