Selasa, 28 April 2026

5 Populer Internasional: Teka-Teki Keberadaan Mojtaba Khamenei - Israel Mulai Invasi Darat Lebanon

Dunia internasional tengah diguncang isu besar, mulai dari teka-teki keberadaan Mojtaba Khamenei di Iran hingga invasi darat Israel ke Lebanon.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Nuryanti

Menurut laporan Axios, ketidakhadirannya di publik menjadi bahan diskusi selama pengarahan intelijen Presiden AS Donald Trump.

Bahkan Pejabat AS turut mempertanyaan siapa yang benar-benar memegang kendali di Teheran.
Pemimpin Baru yang Misterius

Sejumlah pihak juga menyebut Mojtaba sebagai “Pemimpin Baru yang Misterius” karena sejak naik tahta ia jarang muncul di depan publik.

Teka-teki itu muncul lantaran selama menjabat, pernyataan pertama Mojtaba pada 12 Maret dan pesan Tahun Baru Persia (Nowruz) pada 20 Maret dibacakan oleh media pemerintah, bukan disampaikan langsung olehnya.

Oleh karena itu media Israel dan AS menyebut bahwa Mojtaba kemungkinan masih hidup, tetapi belum memiliki kendali penuh atas negara.

Klaim tersebut sejalan dengan mencuatnya isu yang menyatakan Mojtaba diam‑diam dievakuasi ke Moskow, Rusia, untuk menerima perawatan medis dan operasi rahasia di fasilitas yang dikaitkan dengan kediaman Presiden Vladimir Putin di Rusia.

BACA SELENGKAPNYA >>>

3. Sosok Mohammad Marandi, Profesor Iran yang Diancam Aksi Penculikan, Dijuluki 'Kepala Propaganda'

Ancaman terhadap Mohammad Marandi mencuat ke ruang publik setelah sebuah akun pro-Israel di platform X mengunggah tawaran hadiah sebesar 1 juta dolar AS bagi siapa pun yang dapat menangkapnya dalam keadaan hidup. 

Unggahan tersebut bahkan disebut sebagai bagian dari “paid partnership”, memicu kontroversi luas terkait batas kebebasan berekspresi di media sosial.

Dalam pernyataannya, Marandi mengecam keras ancaman tersebut dan mempertanyakan tanggung jawab Elon Musk sebagai pemilik platform yang dianggap membiarkan konten berbahaya beredar. 

"Ini bukan sekadar ancaman personal, melainkan bagian dari upaya sistematis untuk membungkam suara yang berbeda di ruang publik global," tulisnya.

Lebih jauh, Marandi juga menyoroti sikap media Barat yang dinilainya cenderung diam terhadap insiden tersebut. 

Menurutnya, ketidakresponsifan ini menunjukkan adanya standar ganda dalam menilai ancaman terhadap tokoh publik, terutama ketika yang menjadi sasaran adalah individu yang kerap mengkritik kebijakan Barat dan sekutunya.

Sosok Mohammad Marandi sendiri bukan figur sembarangan. Ia merupakan akademisi terkemuka di Iran yang lahir pada 1966.

Marandi dianggap sebagai salah satu pembela terkuat Republik Islam di media berbahasa Inggris, dengan keras menyerang Barat dan membela Republik Islam serta "Poros Perlawanan."

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved