5 Populer Internasional: Teka-Teki Keberadaan Mojtaba Khamenei - Israel Mulai Invasi Darat Lebanon
Dunia internasional tengah diguncang isu besar, mulai dari teka-teki keberadaan Mojtaba Khamenei di Iran hingga invasi darat Israel ke Lebanon.
Ringkasan Berita:
- Dunia internasional tengah diguncang isu besar, mulai dari teka-teki keberadaan Mojtaba Khamenei di Iran hingga invasi darat Israel ke Lebanon.
- Di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump menghadapi penurunan tingkat kepuasan publik dan ancaman pemakzulan menjelang Pemilu Paruh Waktu.
- Sementara itu, solidaritas warga India untuk Iran dan ancaman terhadap akademisi Mohammad Marandi menambah kompleksitas dinamika geopolitik global.
TRIBUNNEWS.COM - Dunia internasional kembali diguncang oleh sejumlah isu besar yang menyita perhatian publik.
Di satu sisi, teka-teki keberadaan Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, menimbulkan spekulasi politik yang semakin hangat di kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, Israel resmi memulai invasi darat ke Lebanon, sebuah langkah yang berpotensi memperluas eskalasi konflik di wilayah tersebut.
Berikut rangkuman berita populer internasional dalam 24 jam terakhir.
1. Tingkat Kepuasan Terhadap Kinerja Trump Drop, Isu Pemakzulan Mencuat di AS
Posisi Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih terancam.
Eskalasi perang dengan Iran yang memicu lonjakan harga BBM dan kekacauan di Timur Tengah, hingga penghentian pendanaan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) yang menyebabkan huru--hara di bandara, membawa tingkat kepuasan publik terhadap Trump ke titik terendah sepanjang masa jabatannya.
Kondisi domestik ini dimanfaatkan oleh faksi oposisi untuk menyuarakan impeachment atau pemakzulan, menjelang Pemilihan Umum Paruh Waktu, yang dijadwalkan pada 3 November 2026.
Sejumlah kandidat dari Partai Demokrat, termasuk Christian Menefee, Wali Kota Daniel K. Biss, Senator Laura Fine, hingga aktivis Kat Abughazaleh, secara terang-terangan berkampanye dengan janji memakzulkan Trump.
Mereka menuding kebijakan luar negeri Trump terkait perang di Iran sebagai penyalahgunaan kekuasaan yang merugikan rakyat Amerika.
Trump menyadari risiko ini. Kepada rekan-rekan partainya, ia mengatakan kemenangan Partai Republik di Pemilu Paruh Waktu adalah harga mati.
"Kalian harus menang di Pemilu Paruh Waktu. Jika kita tidak menang, mereka akan mencari-cari alasan untuk memakzulkan saya. Saya akan dimakzulkan," tegas Trump dikutip Asbury Park Press, media terbesar ketiga di New Jersey, AS, yang merupakan bagian dari jaringan USA Today Network.
2. Keberadaan Mojtaba Khamenei Jadi Teka-Teki, AS dan Israel Bingung Siapa yang Mengendalikan Iran
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah semakin memuncak setelah Mojtaba Khamenei resmi menjadi Pemimpin Tertinggi Iran pada 9 Maret 2026.
Ia naik tahta menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara gabungan AS dan Israel pada 28 Februari 2026.
Namun, pasca pelantikan, keberadaan Mojtaba putra ke-2 dari Ali Khamenei hingga kini masih menjadi misteri, membingungkan intelijen Amerika Serikat (AS) dan Israel.