Senin, 13 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

8 Negara Ngirit Energi Seperti Indonesia, Korsel Minta Warga Mandi Lebih Singkat

Tak cuma RI, Korsel hingga Eropa juga mulai hemat energi. Ada yang WFH, pangkas pajak listrik, sampai minta warga mandi singkat.

Tangkap layar Instagram @2_jaemyung
LEE JAE MYUNG - Lee Jae Myung saat Pilpres Korsel. Tak cuma RI, Korsel hingga Eropa juga mulai hemat energi. Ada yang WFH, pangkas pajak listrik, sampai minta warga mandi singkat demi menghadapi gejolak di Timur Tengah 

Bukan hanya mengubah kebiasaan warga, Korea Selatan juga menyiapkan langkah struktural di sektor energi.

Masih menurut laporan Reuters, pemerintah Seoul akan mengoperasikan kembali lima reaktor nuklir pada Mei, melonggarkan pembatasan pembangkit batu bara, serta memperluas energi terbarukan untuk menekan ketergantungan jangka panjang terhadap LNG.

Menteri energi Korsel, Kim Sung-whan, juga menyebut pembatasan kendaraan sektor swasta masih bersifat sukarela untuk saat ini, tetapi bisa ditinjau ulang bila level krisis energi meningkat. Pernyataan itu menunjukkan bahwa Korea Selatan sedang menyiapkan skenario yang jauh lebih keras jika kondisi pasokan memburuk.

Langkah tersebut bukan tanpa alasan.

Reuters melaporkan sekitar 70 persen impor minyak mentah Korea Selatan melewati Selat Hormuz, jalur vital yang kini menjadi titik rawan gangguan distribusi energi dunia.

Eropa Tempuh Jalur Insentif

Jika Korea Selatan menekan sisi konsumsi dan pasokan sekaligus, negara-negara Eropa banyak memilih jalur insentif fiskal.

Seperti dilaporkan Reuters, Uni Eropa tengah membahas serangkaian langkah darurat, termasuk pemotongan pajak listrik, pengurangan biaya jaringan, dan pemberian subsidi negara untuk melindungi rumah tangga maupun industri dari lonjakan harga energi.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen disebut mendorong negara-negara anggota untuk menggunakan ruang kebijakan fiskal yang tersedia agar tekanan terhadap konsumen bisa segera diredam.

Fokusnya bukan hanya penghematan, tetapi juga menjaga agar industri tidak terpukul terlalu dalam oleh lonjakan harga listrik dan gas.

Di antara negara Eropa, Spanyol termasuk yang bergerak cepat.

Reuters memberitakan Madrid menyiapkan paket dukungan sekitar 5 miliar euro, termasuk pemotongan PPN listrik menjadi 10 persen dan bantuan harga bahan bakar untuk sektor yang terdampak seperti transportasi dan pertanian.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez bahkan menyinggung beban perang terhadap ekonomi domestik.

“Kita tidak bisa terus-menerus membayar dampak perang dengan mengorbankan kesejahteraan rakyat,” ujar Sanchez, seperti dikutip Reuters.

Model Eropa ini berbeda dengan Indonesia dan Korea Selatan. Jika Jakarta bicara pengurangan perjalanan kerja dan Seoul bicara perubahan perilaku plus bauran energi, Eropa cenderung memakai dompet negara untuk menahan gejolak harga di level rumah tangga dan industri.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved