Rabu, 27 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Netanyahu Frustrasi, Akui Sulit Kendalikan Sikap Trump soal Perang Iran-AS

Netanyahu frustrasi usai Trump pilih jalur diplomasi dengan Iran. Israel khawatir AS justru memberi ruang Teheran makin kuat di Timur Tengah.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • PM Netanyahu disebut mulai kehilangan pengaruh terhadap Presiden AS Donald Trump setelah Washington memilih jalur diplomasi dengan Iran dibanding melanjutkan tekanan militer.
  • Israel cemas pencabutan sanksi ekonomi tanpa pembongkaran total fasilitas nuklir Iran akan membuat Teheran semakin kuat secara ekonomi dan militer.
  • Sejumlah pejabat Israel menyebut Trump kini mengambil kendali penuh atas negosiasi dengan Iran dan tidak lagi menjadikan Netanyahu sebagai mitra utama diplomasi

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan mulai kehilangan pengaruh terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam isu Iran.

Situasi tersebut terjadi di tengah perubahan sikap Washington yang kini lebih memilih jalur diplomasi dibanding melanjutkan tekanan militer terhadap Teheran.

Dalam diskusi tertutup bersama jajaran pemerintahan Israel, Netanyahu mengakui dirinya mengalami kesulitan membujuk Trump agar tetap mengambil sikap keras terhadap Iran.

Hal serupa juga diungkap Yenisafak, media Israel yang melaporkan bahwa Netanyahu saat ini “tidak memiliki ruang untuk bermanuver” dalam mempengaruhi keputusan Washington terkait konflik kawasan dan program nuklir Teheran.

Kondisi tersebut membuat pemerintahan Israel berada dalam tekanan besar karena selama ini Netanyahu dikenal memiliki hubungan politik yang sangat dekat dengan Trump.

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan hubungan keduanya mulai mengalami perubahan signifikan setelah Washington memilih membuka jalur negosiasi dengan Iran dibanding melanjutkan operasi militer.

Sebelumnya, Amerika Serikat dikenal mendukung strategi tekanan dan langkah agresif terhadap Teheran.

Akan tetapi, awal pekan ini Trump memutuskan menunda rencana serangan terhadap Iran setelah sejumlah negara Arab di Timur Tengah meminta Washington memberikan kesempatan bagi proses diplomasi.

Netanyahu Cemas Teheran Kian Kuat

Keputusan tersebut memicu kekecewaan di pihak Israel. Netanyahu dilaporkan mendesak Amerika Serikat agar tetap menjalankan operasi militer sesuai rencana awal karena menilai penundaan serangan hanya akan memberi keuntungan bagi Iran.

Baca juga: AS Siapkan Opsi Lain jika Negosiasi Damai dengan Iran Gagal, Trump: Jangan Buru-Buru

Sumber politik Israel menyebut salah satu kekhawatiran terbesar adalah kemungkinan Amerika Serikat mencabut sanksi ekonomi terhadap Iran tanpa pembongkaran total fasilitas nuklir negara tersebut.

Jika sanksi dicabut, Iran diperkirakan akan kembali memperoleh pemasukan ekonomi besar setelah bertahun-tahun berada di bawah tekanan internasional.

Menurut pandangan Israel, kondisi tersebut dapat membuat Iran semakin leluasa memperkuat militer, mengembangkan teknologi pertahanan, serta mendukung kelompok-kelompok sekutunya di Timur Tengah.

Karena alasan itu, lembaga keamanan Israel dilaporkan meningkatkan status siaga dalam beberapa pekan terakhir. Kabinet keamanan Israel bahkan menggelar rapat darurat menyusul laporan bahwa negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran telah memasuki tahap finalisasi.

Selain itu, Israel juga menaruh perhatian besar terhadap program nuklir Iran. Pemerintah Netanyahu khawatir kesepakatan baru nantinya tetap membiarkan sebagian infrastruktur nuklir Iran bertahan.

Bagi Israel, hal tersebut dianggap berbahaya karena Iran dinilai masih memiliki kemampuan untuk melanjutkan pengembangan nuklir sewaktu-waktu.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved