Iran Vs Amerika Memanas
Kesepakatan Damai AS dan Iran Harus Dimulai dari Gencatan Senjata Tanpa Syarat
Dian Wirengjurit: Gencatan senjata tanpa syarat jadi kunci damai AS-Iran, peluang kesepakatan tetap tipis.
"Iran tidak akan membiarkan Presiden AS Donald Trump memaksakan jadwal untuk mengakhiri perang," tegasnya.
Gedung Putih menolak mengungkap rincian proposalnya, tetapi memperingatkan akan meningkatkan serangan ke Iran jika negosiasi gagal.
Juru bicara Gedung Putih Caroline Leavitt menyatakan, "Jika mereka tidak menyadari kekalahan militer mereka, Presiden Trump akan memastikan mereka dihantam lebih keras."
Israel juga skeptis. Seorang pejabat senior pertahanan Israel menilai Iran kemungkinan besar menolak persyaratan tersebut, sementara penasihat urusan luar negeri Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Ofir Falk, menyatakan pihaknya siap menolak proposal serupa.
Baca juga: Pasukan Amfibi dan Marinir AS Segera Mendarat, Iran Perkuat Pulau Kharg Pakai Ranjau!
Selain itu, Iran menegaskan Lebanon harus masuk dalam setiap perjanjian gencatan senjata.
Peneliti Ali Vaez menilai, "Usulan Amerika meminta hal-hal yang ditolak Iran, dan usulan Iran meminta hal-hal yang tidak akan diterima Amerika," menunjukkan kesepakatan sulit tercapai.
Sementara itu, Pentagon menyiapkan ribuan pasukan tambahan ke Teluk, termasuk dua divisi Korps Marinir, untuk memberi Presiden Trump opsi serangan darat.
Kedatangan unit marinir pertama diperkirakan akhir Maret 2026.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan Teheran meninjau proposal melalui mediator Pakistan dan Mesir, menekankan keinginan penyelesaian permanen atas konflik serta kompensasi kerusakan.
Pakistan sendiri mengaku belum menerima konfirmasi resmi dari Iran dan masih menunggu respons.
(Kompas.tv/Tribunnews)