Senin, 13 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Meski Dilanda Perang, Iran Malah Cuan dari Penjualan Minyak, Strategi AS Gagal Total

Strategi Amerika Serikat (AS) memberikan tekanan maksimum kepada Iran malah tidak mempan. Kini, Iran mendapatkan keuntungan dari penjualan minyak.

Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Tiara Shelavie

Ringkasan Berita:
  • Strategi Presiden AS Donald Trump memberikan "tekanan maksimum" kepada Iran ternyata tidak ada artinya.
  • Sebab, Iran kini mencatatkan pendapatan fantastis senilai miliaran dolar AS dari sektor minyak, hanya dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.
  • Lonjakan pendapatan ini dipicu oleh meroketnya volume ekspor minyak mentah dan kondensat Iran ke pasar internasional.

TRIBUNNEWS.COM - Meski dilanda perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel, Iran malah mendapatkan cuan yang banyak.

Laporan terbaru mengungkapkan bahwa Teheran sukses mengantongi pendapatan fantastis senilai miliaran dolar AS dari sektor minyak, hanya dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.

Mengutip dari WANA, lonjakan pendapatan ini dipicu oleh meroketnya volume ekspor minyak mentah dan kondensat Iran ke pasar internasional.

Fenomena ini membuktikan bahwa strategi "tekanan maksimum" yang diusung Washington belum mampu melumpuhkan sektor energi negara tersebut.

Meski diblokade dari sistem perbankan global dan menghadapi kendala logistik yang rumit, Iran dilaporkan berhasil mengamankan pembeli setia, terutama dari kawasan Asia.

Para analis menilai kemampuan Iran dalam melakukan navigasi di tengah sanksi menjadi faktor utama tetap mengalirnya "dolar hitam" ke kas negara.

"Ini adalah bukti bahwa permintaan energi global tetap tinggi, dan Iran punya cara tersendiri untuk menjangkau pasar tersebut," ujar seorang pengamat ekonomi energi.

Bloomberg mencatat bahwa Iran telah memperoleh keuntungan dari pergeseran harga dalam dua cara utama.

Pertama, minyak mentah acuannya telah dijual kepada pelanggan—terutama di China—dengan diskon terkecil relatif terhadap minyak mentah Brent dalam lebih dari 10 bulan.

Kedua, harga minyak mentah Brent acuan global telah melonjak di atas $100 per barel sejak eskalasi dimulai.

Berdasarkan perkiraan ekspor dari perusahaan pelacak pengiriman minyak TankerTrackers dan data harga minyak mentah ringan Iran, laporan tersebut menunjukkan bahwa Iran telah memperoleh pendapatan sekitar $139 juta per hari dari campuran minyak utamanya hingga saat ini di bulan Maret, naik dari $115 juta per hari pada bulan Februari.

Baca juga: Kementerian Intelijen Iran Sebut Tangkap 14 Tentara Bayaran AS-Israel

Trump Tunda Menyerang Iran

Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, memutuskan untuk menarik rem darurat terkait rencana serangannya ke fasilitas energi Iran.

Tak tanggung-tanggung, Trump memberikan tenggat waktu tambahan selama 10 hari bagi Teheran untuk berpikir ulang.

Keputusan ini diambil Trump setelah ia mengklaim bahwa proses negosiasi antara kedua negara sedang berada di jalur yang benar.

Lewat akun Truth Social miliknya, Trump menepis kabar miring dari media yang menyebut perundingan buntu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved