Iran Vs Amerika Memanas
Kementerian Intelijen Iran Sebut Tangkap 14 Tentara Bayaran AS-Israel
Kementerian Intelijen Iran menyatakan 14 tentara bayaran AS-Israel itu ditangkap di provinsi Kermanshah, Alborz, Fars, dan Kerman.
Ringkasan Berita:
- Kementerian Intelijen Iran menyatakan pasukannya telah mengidentifikasi dan menangkap 14 tentara bayaran yang direkrut Amerika Serikat (AS) - Israel
- Kementerian Intelijen Iran menyatakan 14 tentara bayaran AS-Israel itu ditangkap di provinsi Kermanshah, Alborz, Fars, dan Kerman
- Sebanyak dua dari mereka ditangkap sebelum melakukan aktivitas apa pun yang mengancam keamanan nasional
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Intelijen Iran menyatakan pasukannya telah mengidentifikasi dan menangkap 14 tentara bayaran yang direkrut Amerika Serikat (AS) - Israel di empat provinsi saat perang masih berkecamuk.
Dilansir dari Press TV, lewat pernyataannya pada Kamis (26/3/2026) Kementerian Intelijen Iran menyatakan 14 tentara bayaran AS-Israel itu ditangkap di provinsi Kermanshah, Alborz, Fars, dan Kerman.
Baca juga: Dijaga Remaja Berpakaian Preman, Iran Tempatkan Anak-anak Usia 12 Tahun di Pos Pemeriksaan Teheran
"Di Kermanshah, sebuah sel operasional faksi teroris dibongkar setelah tiga anggotanya, ditambah pemimpinnya, diidentifikasi dan ditangkap," kata kementerian itu dilansir dari Press TV pada Jumat (27/3/2026).
Kementerian itu menyatakan sejumlah besar alat peledak rakitan, sejumlah besar bubuk mesiu dan sumbu untuk membuat bom, sebuah pistol, dan tiga terminal internet satelit Starlink disita dari tempat persembunyian tentara bayaran tersebut.
Baca juga: Kesepakatan Damai AS dan Iran Harus Dimulai dari Gencatan Senjata Tanpa Syarat
Menurut Kementerian Intelijen Iran, sel operasional itu diarahkan seorang individu yang berbasis di Jerman untuk melakukan kegiatan teror termasuk menyerang pusat-pusat pemerintah dan media penting di provinsi tersebut.
Sementara itu, lima tentara bayaran musuh AS-Istael diidentifikasi dan ditangkap di Alborz.
Sebanyak dua dari mereka ditangkap sebelum melakukan aktivitas apa pun yang mengancam keamanan nasional.
Kementerian Intelijen Iran juga mengatakan tiga dari lima tentara bayaran yang ditangkap di provinsi itu terlibat dalam pengumpulan informasi tentang pusat-pusat militer dan memotret area-area sensitif (sebelum dan sesudah dampak) dan mengirimkannya kepada musuh.
"Pasukan intelijen menyita gunting khusus untuk menghilangkan rintangan serta surat perintah misi palsu untuk pasukan keamanan dari tempat persembunyian mereka," kata Kementerian Intelijen Iran.
Sebanyak empat tentara bayaran AS-Israel diidentifikasi dan ditangkap di Kerman.
Mereka disebut terkait dengan jaringan mata-mata televisi "Iran International", yang dianggap pemerintah sebagai markas media Israel.
Para pelaku disebut terlibat pengiriman alamat lokasi pasukan militer dan keamanan Iran ke jaringan mata-mata.
Agen intelijen kementerian juga mengidentifikasi dan menangkap seorang tentara bayaran di Fars.
Tentara bayaran itu ditangkap karena mengumpulkan dan mengirimkan informasi tentang lokasi kilang minyak Iran kepada AS-Israel.
Baca juga: Trump Berubah Pikiran, Tunda Serang Aset Energi Iran, Beri Tenggat Waktu hingga 6 April 2026
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-peperangan-antara-Iran-dan-Amerika-Serikat.jpg)