Kamis, 30 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

IRGC Peringatkan Warga Timur Tengah Mengungsi, Tak Ingin Mereka Jadi Perisai Manusia

Tentara AS disebut menyusup ke situs-situs sipil, termasuk pangkalan logistik di dekat bandara lama Beirut hingga hotel mewah seperti Four Seasons.

Tayang:
Editor: Willem Jonata
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
BUNTU - Ilustrasi peperangan antara Iran dan Amerika Serikat. Dalam perkembangan situasi pertempuran, kedua negara mengajukan syarat-syarat untuk penghentian perang, diyakini akan ditolak oleh masing-masing kubu. 

Studi dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan kerugian pada hari-hari awal perang saja sudah mencapai 800 juta dolar AS (sekitar Rp 12,7 triliun).

Kondisi ini memaksa Komando Pusat AS (CENTCOM) untuk mencari kontraktor guna mengirimkan bunker beton yang diperkuat ke Yordania secara mendesak.

Sementara itu, Iran terus menargetkan fasilitas radar dan pertahanan udara seperti sistem THAAD milik AS dengan tujuan "membutakan" pengawasan Washington di kawasan tersebut.

Laporan dari Royal United Services Institute menyebutkan bahwa pertahanan udara AS dan Israel kini mulai kewalahan menghadapi tembusan rudal Iran akibat menipisnya stok rudal pencegat.

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved