Senin, 18 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Pesawat Peringatan Dini AS Senilai Rp11,8 Triliun Hancur oleh Drone Shahed Iran Seharga Rp340 Juta

Drone Shahed-136 Iran dilaporkan menghancurkan pesawat AWACS milik AS yang bernilai triliunan rupiah di Arab Saudi.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Bobby Wiratama

Ringkasan Berita:
  • Drone Shahed-136 Iran dilaporkan menghancurkan pesawat AWACS milik AS yang bernilai triliunan rupiah di Arab Saudi. 
  • Kehilangan pesawat ini dinilai dapat melemahkan kemampuan komando dan pengawasan udara AS dalam jangka pendek. 
  • Meski begitu, para ahli menilai dampaknya masih bisa dipulihkan dengan pengerahan sistem pengganti dalam beberapa minggu.


TRIBUNNEWS.COM - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa pesawat tak berawak Shahed-136 senilai 20.000 dolar AS (sekitar Rp340 juta) berada di balik serangan yang menghancurkan pesawat pengintai Boeing E-3 Sentry milik Amerika Serikat senilai 700 juta dolar AS (sekitar Rp11,8 triliun) di pangkalan militer AS di Arab Saudi.

Dalam pernyataan yang dikutip PressTV, departemen hubungan masyarakat IRGC menyebut pesawat E-3, yang dikenal sebagai pesawat peringatan dini atau Airborne Early Warning and Control System (AWACS), tengah berusaha menghindari serangan udara Iran ketika diburu oleh drone Shahed-136.

Pesawat pengintai tersebut hancur dalam serangan gabungan rudal dan drone di Pangkalan Udara Pangeran Sultan, Arab Saudi, pada Jumat (27/3/2026), yang juga menyebabkan sedikitnya 10 tentara AS terluka.

Rekaman puing-puing menunjukkan bahwa E-3 Sentry terkena serangan di bagian paling vital, yakni di dekat ekor tempat radar pengintai AN/APY-2 berada.

Pesawat lain di sekitarnya juga mengalami kerusakan signifikan dalam serangan tersebut, menurut IRGC.

Pesawat itu sebelumnya ditempatkan di Pangkalan Pangeran Sultan setelah dipindahkan dari Pangkalan Angkatan Udara Tinker di Oklahoma City.

Pertahanan udara Iran mengklaim telah mencegat dan menghancurkan sedikitnya 140 drone Israel dan Amerika, serta beberapa jet tempur, di langit Iran dan wilayah sekitarnya sejak perang dimulai pada 28 Februari.

Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Apresiasi Dukungan Irak di Tengah Perang dengan AS-Israel

Apa itu AWACS?

PESAWAT MILITER AS - Sebuah pesawat sistem peringatan dan kendali udara E-3 Sentry, yang dikenal sebagai AWACS, mendarat di Pangkalan Angkatan Udara Tinker, Oklahoma, pada 23 Maret setelah menyelesaikan sebuah misi. (U.S. Air Force)
PESAWAT MILITER AS - Sebuah pesawat sistem peringatan dan kendali udara E-3 Sentry, yang dikenal sebagai AWACS, mendarat di Pangkalan Angkatan Udara Tinker, Oklahoma, pada 23 Maret setelah menyelesaikan sebuah misi. (U.S. Air Force) (US Air Force)

Pesawat E-3 Sentry atau AWACS merupakan sistem penting dalam mengelola medan pertempuran serta melacak drone, rudal, dan pesawat dari jarak ratusan kilometer.

Dilansir Al Jazeera, pesawat ini pada dasarnya merupakan modifikasi dari pesawat komersial Boeing 707/320 yang dilengkapi kubah radar berputar.

Radar tersebut memiliki jangkauan lebih dari 375 kilometer, memungkinkan pesawat memberikan kesadaran situasional terhadap aktivitas kawan, netral, maupun musuh, sekaligus menjalankan fungsi komando dan kendali di wilayah operasi.

Sejak diperkenalkan pada 1977, pesawat ini mampu melakukan pengawasan di berbagai ketinggian dan kondisi cuaca, serta memberikan peringatan dini dalam operasi gabungan, sekutu, dan koalisi.

Data dari Angkatan Udara AS menunjukkan pesawat ini mampu menjalankan misi hingga delapan jam tanpa pengisian bahan bakar, dengan kemampuan diperpanjang melalui pengisian bahan bakar di udara.

AS diketahui memiliki sekitar 16 unit E-3 Sentry yang masih beroperasi.

Menurut data pelacakan terbaru, enam di antaranya telah dikerahkan ke pangkalan di Eropa dan Timur Tengah sejak konflik dengan Iran meningkat.

Analisis Pakar

Menurut para ahli militer, kehilangan pesawat E-3 dapat menciptakan celah signifikan dalam operasi udara AS.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved