Selasa, 2 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Demi Bantah Timbun BBM, Pria di Thailand Nekat Bawa Jenazah Kremasi ke SPBU

Aksi nekat ini dilakukan Preecha karena ia merasa frustrasi akibat petugas SPBU menolak pembelian Solar melalui Jeriken

Tayang:
Penulis: Bobby W
Editor: Tiara Shelavie
CH7HD NEWS
JENAZAH KREMASI - Tangkap layar video viral seorang pengurus jenazah (mudin) di Provinsi Chonburi, Thailand yang nekat membawa jenazah ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuki membuktikan bahwa dirinya tidak sedang menimbun BBM.Aksi yang direkam dalam video Facebook Live pada Minggu (29/3/2026) ini dilakukan oleh Preecha (48), seorang petugas kremasi di sebuah kuil di kawasan rute 344, Kota Madya Ban Bueng. 

Ringkasan Berita:
  • Seorang petugas kremasi di Chonburi, nekat membawa jenazah ke SPBU demi membuktikan bahwa dirinya tak menimbun BBM
  • Aksi ini dipicu oleh rasa frustrasi karena pihak SPBU sebelumnya menolak mengisi jeriken miliknya akibat aturan pembatasan ketat yang diberlakukan di tengah krisis energi global
  • Sementara itu, Pemerintah Thailand merespons krisis dengan menyalurkan 7 juta liter BBM per hari dan menurunkan cadangan wajib menjadi 1 persen untuk menjamin stok aman selama Songkran

 

TRIBUNNEWS.COM – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Thailand memicu aksi tidak biasa yang kemudian viral di media sosial. 

Kali ini, seorang pengurus jenazah (mudin) di Provinsi Chonburi mendadak viral di Thailand akibat aksi nekatnya membawa mobil jenazah berisi peti mati ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Adapun aksi nekat ini dilakukan demi membuktikan bahwa dirinya tidak sedang menimbun BBM.

Aksi yang direkam dalam video Facebook Live pada Minggu (29/3/2026) ini dilakukan oleh Preecha (48), seorang petugas kremasi di sebuah kuil di kawasan rute 344, Kota Madya Ban Bueng.

Dikutip dari Thairath, aksi nekat ini dilakukan Preecha karena ia merasa frustrasi karena dirinya sebagai pekerja sektor esensial ikut terdampak pengetatan pasokan bahan bakar akibat situasi geopolitik global.

Preecha menceritakan bahwa awalnya ia mendatangi SPBU lokal untuk membeli solar menggunakan tiga jeriken berkapasitas 18 liter guna keperluan kremasi.

Namun, petugas SPBU menolak permintaannya karena adanya aturan rasioning (pembatasan) ketat selama krisis BBM. 

Meski telah menjelaskan kegunaannya secara berulang kali, pihak SPBU tetap bersikeras menolak.

“Saya sudah bilang kepada mereka bahwa ini untuk keperluan kremasi, tetapi mereka tetap tidak mengizinkannya,” ujar Preecha seperti yang dilansir dari Thairath.

Bawa Jenazah ke SPBU

Baca juga: BBM Kian Langka, Pemerintah Thailand Bentuk Pusat Komando Pemantauan Krisis

Guna mematahkan kecurigaan penimbunan, Preecha kembali ke SPBU tersebut dengan membawa mobil jenazah. 

Di dalamnya terdapat peti mati berisi jasad yang baru saja ia jemput dari rumah sakit, lengkap dengan tiga jeriken kosong yang biasa ia beli di sana.

Di area parkir pompa bensin, ia membuka peti mati tersebut untuk menunjukkan bukti nyata jenazah di dalamnya.

Kepada petugas, Preecha menjelaskan bahwa solar tersebut dibutuhkan secara mendesak untuk segera digunakan dalam ritual kremasi.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved