Selasa, 5 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Harga Minyak Tembus 116 Dolar AS, Pasar Keuangan Asia Terguncang, Prospek Perdamaian Masih Jauh

Harga minyak dunia melonjak tembus 116 dolar AS per barel saat Iran ancam AS dan gangguan Selat Hormuz picu krisis energi global.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Harga minyak dunia melonjak tajam hingga menembus $116 per barel akibat eskalasi konflik Iran dengan AS dan Israel.
  • Gangguan di Selat Hormuz yang mengalirkan sekitar seperlima pasokan energi global memperparah krisis dan mendorong lonjakan harga hingga hampir 60 persen sejak perang dimulai.
  • Analis memperingatkan harga minyak berpotensi terus naik mendekati $120 per barel jika ketegangan geopolitik dan hambatan distribusi belum mereda.

 

TRIBUNNEWS.COM - Harga minyak mentah dunia melonjak tajam di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Lonjakan ini dipicu ancaman invasi serta gangguan distribusi energi global yang kian meluas.

Dilansir Al Jazeera, harga minyak mentah Brent sebagai patokan global naik lebih dari 3 persen pada Senin (30/3/2026) hingga menembus angka 116 dolar AS per barel.

Kenaikan ini menjadi level tertinggi dalam hampir dua pekan terakhir, mendekati posisi puncak 119 dolar AS yang tercatat pada 19 Maret lalu.

Selat Hormuz Terganggu, Pasokan Energi Dunia Terancam

Krisis semakin dalam setelah Iran secara efektif membatasi lalu lintas di Selat Hormuz, jalur vital yang mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.

Gangguan ini membuat distribusi energi global terguncang dan mendorong lonjakan harga minyak hingga hampir 60 persen sejak konflik pecah.

Baca juga: Presiden Diminta Turun Tangan Atasi Tertahannya Kapal Pertamina di Selat Hormuz

Sejumlah negara pun mulai menerapkan langkah darurat untuk menghemat energi.

Meski Iran mulai mengizinkan kapal dari negara tertentu melintas, volume pelayaran masih jauh di bawah kondisi normal.

Data intelijen maritim menunjukkan hanya segelintir kapal yang melintas setiap hari, dibandingkan rata-rata 120 kapal sebelum perang.

Ancaman Militer dan Eskalasi Konflik Kawasan

Ketegangan meningkat setelah Iran menyatakan kesiapan menghadapi invasi darat Amerika Serikat.

Pernyataan keras juga datang dari pejabat tinggi Iran yang memperingatkan akan “menghukum” pasukan dan sekutu AS di kawasan.

Di saat yang sama, konflik meluas ke berbagai front.

Kelompok Houthi yang didukung Iran dilaporkan meluncurkan rudal ke Israel, sementara Israel memperluas operasi militernya ke Lebanon selatan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi Iran jika Teheran tidak membuka kembali jalur pelayaran sebelum tenggat waktu 6 April.

Pasar Keuangan Asia Terguncang

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved