Senin, 1 Juni 2026

Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Daftar Nama Prajurit TNI yang Gugur dan Terluka di Lebanon Buntut Serangan Israel

Empat orang prajurit TNI jadi korban serangan di Lebanon yang diduga dilakukan oleh Israel. Mereka tergabung di UNIFIL.

Tayang:

"Insiden terjadi di tengah saling serang artileri dan hingga saat ini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut. Proses investigasi masih dilakukan oleh UNIFIL," ungkap Aulia.

TNI menegaskan komitme melaksanakan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia di bawah mandat PBB secara profesional dan penuh tanggung jawab, dengan tetap mengutamakan keselamatan Prajurit.

"TNI juga terus memonitor perkembangan situasi di lapangan serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi sesuai dinamika di Daerah Penugasan Lebanon," pungkasnya.

Pernyataan UNIFIL

Sementara itu UNIFIL telah menyampaikan pernyataan resmi pada Senin.

Dikutip dari laman resmi, UNIFIL menyebut seorang prajurit penjaga perdamaian tewas ketika sebuah proyektil meledak di posisi UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr.

Satu orang lainnya mengalami luka kritis.

"Tidak ada seorang pun yang seharusnya kehilangan nyawa saat mengabdi demi perdamaian," ungkap UNIFIL.

UNIFIL menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan rekan sejawat dari penjaga perdamaian yang gugur saat menjalankan tugasnya dengan berani.

UNIFIL mengungkapkan belum mengetahui asal proyektil tersebut. 

"Kami telah meluncurkan investigasi untuk menentukan seluruh kronologi dan situasinya," sambungnya.

Pemerintah Indonesia Mengecam

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementeria Luar Negeri (Kemlu) menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa tersebut.

"Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan. Indonesia sangat berduka atas kehilangan ini," tulis pernyataan Kemlu melalui X (sebelunya Twitter) resmi, Senin. 

"Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada personel yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya bagi perdamaian dan keamanan internasional," sambungnya.

Indonesia bekerja sama dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah dilakukan segera serta memberikan perawatan medis terbaik bagi yang terluka.

Keselamatan dan keamanan personel pemelihara perdamaian PBB harus senantiasa dihormati sepenuhnya, sesuai dengan hukum internasional.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved