Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Media Inggris: 2 Prajurit TNI Meninggal di Lebanon Selatan
The Times of Israel mengatakan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sedang mengusut kasus tersebut.
Ringkasan Berita:
- Dua prajurit TNI dilaporkan meninggal dunia dalam ledakan proyektil di Lebanon selatan kemarin.
- UNIFIL dan IDF klaim sedang menyelidiki asal muasal proyektil yang menghantam pasukan perdamaian PBB itu.
- Di hari itu juga seorang tentara Polandia, anggota UNIFIL, mengalami luka ringan setelah sebuah alat peledak di pinggir jalan meledak saat mereka berpatroli.
TRIBUNNEWS.COM, ISRAEL - Dua prajurut Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di Lebanon tewas akibat ledakan "proyektil" di wilayah selatan negara itu, demikian diumumkan PBB pada Senin (30/3/2026) seperti dikutip dari media Inggris The Independent.
Sebelumnya diberitakan satu prajurit TNI yang jadi korban di wilayah itu.
Proyektil tersebut dilaporkan berasal dari sumber yang tidak diketahui dan melukai dua orang lainnya ketika meledak di posisi UNIFIL (Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon) dekat desa Adchit al-Qusayr di Lebanon selatan sehari sebelumnya.
UNIFIL didirikan oleh Dewan Keamanan PBB pada tahun 1978 sebagain pasukan perdamaian sepanjang garis demarkasi atau “Garis Biru” – antara Israel, Lebanon, dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.
Lokasi itu kini menjadi pusat bentrokan antara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan pejuang Hizbullah yang didukung Iran.
“Kami tidak mengetahui asal usul proyektil tersebut. Kami telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan semua keadaan,” kata UNIFIL.
“Sekali lagi, kami menyerukan kepada semua pihak untuk menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB setiap saat, termasuk dengan menahan diri dari tindakan yang dapat membahayakan pasukan penjaga perdamaian,” kata UNIFIL.
“Tidak seorang pun boleh kehilangan nyawanya dalam melayani tujuan perdamaian.”
Sementara media Israel, The Times of Israel mengatakan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sedang mengusut kasus tersebut.
Tentara Polandia Luka Ringan
Di hari kejadian itu juga seorang tentara Polandia, anggota UNIFIL, mengalami luka ringan setelah sebuah alat peledak di pinggir jalan meledak saat mereka berpatroli.
Pasukan penjaga perdamaian dievakuasi menggunakan ambulans lapis baja.
Belum jelas siapa yang meledakkan bahan peledak tersebut.
Pada 6 Maret lalu, markas detasemen UNIFIL Ghana diserang oleh tembakan tank Israel, yang mengakibatkan dua tentara mengalami luka kritis.
IDF mengakui serangan itu dilancarkan oleh pasukan mereka dan mengatakan bahwa mereka melakukan tindakan itu menanggapi tembakan anti-tank dari Hizbullah, yang telah melukai dua tentara Israel dengan luka sedang.
UNIFIL dijadwalkan untuk memulai penarikan diri dari Lebanon pada 31 Desember 2026, setelah tekanan dari Israel dan AS kepada Dewan Keamanan PBB untuk mengakhiri misi tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Israel-Kembali-Serang-Markas-Besar-UNIFIL-pada-Jumat-11102024.jpg)