Kamis, 23 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Ejek Menlu AS Rubio Halu setelah Mengklaim Teheran Terpecah, Sebut Mimpi yang Tidak Realistis

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf mengejek Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio telah halu. Sebut mimpi Amerika yang tidak realistis.

Kemarahan Washington dipicu oleh sikap sejumlah negara anggota NATO yang dianggap "lepas tangan" dan enggan membantu operasi militer AS di Timur Tengah.

Rubio secara spesifik menyoroti penolakan beberapa negara Eropa untuk meminjamkan pangkalan militer mereka bagi pesawat tempur dan logistik AS.

"Sangat mengecewakan bagi Presiden (Donald Trump) dan negara kami. Kita harus meninjau kembali semua ini setelah operasi selesai," tegas Rubio dalam sesi wawancara dengan Al Jazeera, dikutip Rabu (1/4/2026).

Rubio menilai selama ini AS telah memikul beban besar untuk menjaga keamanan Eropa.

Namun, ketika AS menghadapi situasi darurat dan membutuhkan dukungan sekutu, yang didapatkan justru penolakan.

Menurutnya, aliansi ini tidak boleh menjadi "jalan satu arah" yang hanya menguntungkan pihak Eropa.

Baca juga: Perang Iran Picu Efek Domino: Pabrik-Pabrik di Asia Mulai Lesu, Ekonomi Kawasan Tertekan

"Jika peran NATO hanya meminta kami membela mereka saat diserang, tapi mereka menolak hak akses pangkalan saat kami butuh, maka ini bukan kesepakatan yang bagus."

"Sulit bagi kami untuk terus mengatakan bahwa aliansi ini masih sesuai dengan kepentingan nasional Amerika," lanjutnya.

Mengutip Politico, sikap keras Rubio ini sejalan dengan retorika Presiden Donald Trump yang sebelumnya menyebut NATO sebagai "macan kertas".

Trump bahkan sempat menyatakan bahwa sekutu-sekutu di Eropa bertindak "penakut" karena tidak berani memberikan dukungan penuh dalam konfrontasi melawan Iran.

Saat ini, beberapa negara seperti Spanyol dan Italia dilaporkan tetap bersikukuh menolak penggunaan wilayah udara dan pangkalan mereka untuk misi serangan ke Iran, dengan alasan ingin mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Meski demikian, Rubio masih menyisakan sedikit ruang untuk diplomasi.

Ia berharap ada perbaikan hubungan sebelum AS benar-benar mengambil langkah drastis untuk keluar atau memangkas peran mereka di dalam pakta pertahanan tersebut.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved