Iran Vs Amerika Memanas
BBM Melonjak Gila-gilaan! Warga AS Ngamuk Tanggung Dampak Perang Iran
Harga BBM melonjak tajam akibat perang Iran, warga AS menjerit. Biaya hidup naik, daya beli tertekan, dan kemarahan publik meluas di berbagai wilayah.
Ekonom dari Bloomberg, Eliza Winger, menyatakan bahwa kenaikan harga energi memiliki dampak luas terhadap perekonomian.
Selain meningkatkan biaya langsung di SPBU, menambahkan harga bahan bakar juga menekan konsumsi masyarakat secara keseluruhan.
Ia memperkirakan setiap kenaikan harga minyak sebesar 10 persen dapat menurunkan pengeluaran konsumen riil sekitar 0,2 persen.
Dengan kenaikan harga energi yang jauh lebih tinggi sejak awal konflik, dampak terhadap ekonomi domestik diperkirakan semakin signifikan.
Meski inflasi sempat menurun dari puncaknya saat pandemi, harga kebutuhan pokok masih tinggi.
Laporan terbaru menunjukkan ekspektasi inflasi masyarakat kembali meningkat, menandakan kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekonomi ke depan.
Kenaikan harga BBM menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan persepsi tersebut, karena berdampak langsung pada biaya transportasi, distribusi barang, hingga harga kebutuhan sehari-hari.
Situasi ini menambah beban pengeluaran rumah tangga dan berpotensi menekan daya beli masyarakat secara luas.
Para analis menilai bahwa kombinasi antara harga kebutuhan yang masih tinggi dan kenaikan biaya energi dapat memperpanjang tekanan inflasi, sekaligus memperkuat perekonomian dalam jangka panjang
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah dan otoritas perekonomian dalam menjaga stabilitas harga, sekaligus memastikan daya beli masyarakat tidak terus tergerus di tengah dinamika global yang belum menentu.
(Tribunnews.com / Namira)