Iran Vs Amerika Memanas
Ngambek Tidak Dibantu, Trump Ancam Menarik Diri dari NATO, Bisakah? Ini 8 Hal yang Perlu Diketahui
Trump mengancam menarik AS dari NATO karena kecewa tidak mendapat dukungan dalam konflik Iran.
Ringkasan Berita:
- Trump mengancam menarik AS dari NATO karena kecewa tidak mendapat dukungan dalam konflik Iran.
- Secara hukum, penarikan AS dari NATO tidak mudah dan membutuhkan persetujuan Kongres.
- Meski dikritik, NATO dinilai masih berperan penting dalam menjaga stabilitas keamanan global, termasuk menghadapi Rusia.
TRIBUNNEWS.COM - Setelah bertahun-tahun mengkritik efektivitas NATO dan mencerca anggotanya sebagai parasit yang boros, Donald Trump kini tampaknya berencana menarik diri dari aliansi tersebut.
Mengutip The Guardian, langkah ini akan menjadi guncangan besar bagi arsitektur keamanan Barat yang dibangun setelah Perang Dunia II, yang bertahan selama Perang Dingin melawan Uni Soviet, dan berkembang setelah runtuhnya komunisme di Eropa Timur pada 1989.
Organisasi Pakta Atlantik Utara, nama resmi NATO, didirikan pada 1949 dengan 12 anggota awal, termasuk AS, Inggris, Prancis, Kanada, dan Denmark. Kini, aliansi tersebut telah berkembang menjadi 32 negara anggota.
Tujuan awal NATO adalah membentuk benteng pertahanan terhadap komunisme Soviet yang saat itu dianggap agresif dan ekspansionis.
Namun, pembentukan NATO juga didorong oleh kesadaran bahwa ketiadaan sistem keamanan kolektif menjadi salah satu penyebab kegagalan mencegah ekspansi Adolf Hitler pada 1930-an, ketika Jerman Nazi secara bertahap mencaplok wilayah sebelum Perang Dunia II.
1. Apa prinsip utama NATO?
Prinsip utama NATO adalah keamanan kolektif, sebagaimana tercantum dalam Pasal 5, yang menyatakan bahwa serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota.
Prinsip ini tidak pernah digunakan selama Perang Dingin.
Satu-satunya penerapan terjadi setelah serangan al-Qaeda di New York dan Washington pada 11 September 2001, ketika anggota NATO mengirim pasukan ke Afghanistan untuk mendukung operasi militer yang dipimpin AS.
2. Mengapa Trump mempertimbangkan keluar dari NATO?
Kemarahan Trump dipicu oleh penolakan NATO untuk mendukung atau membantu AS dalam perang melawan Iran.
Namun, piagam NATO tidak mewajibkan anggota untuk terlibat dalam konflik tersebut.
Selain itu, AS tidak diserang dan tidak berkonsultasi terlebih dahulu dengan negara anggota lainnya.
Baca juga: Awal Mula Keretakan Hubungan NATO dengan AS di Perang Iran, Sikap Eropa Buat Trump Marah
3. Apa yang dikatakan Trump tentang NATO?
Trump menyebut, NATO sebagai "macan kertas" dan menyatakan bahwa penarikan AS dari keanggotaan tidak bisa lagi dikesampingkan, mengisyaratkan sikapnya yang semakin tegas.
“Saya akan mengatakan [itu] tidak perlu dipertimbangkan lagi. Saya tidak pernah terpengaruh oleh NATO. Saya selalu tahu mereka hanyalah macan kertas, dan Putin juga tahu itu,” kata Trump, merujuk pada Presiden Rusia Vladimir Putin.
Ia juga menilai, NATO tidak akan melindungi AS sebagaimana AS melindungi Eropa, dengan merujuk pada kurangnya dukungan terhadap perang Iran dan minimnya langkah Eropa membuka kembali Selat Hormuz.
Namun, klaim ini dibantah oleh fakta bahwa NATO pernah mendukung operasi militer panjang di Afghanistan.