Kamis, 23 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Hari Terakhir Gencatan Senjata: Perang Fase Ketiga, AS Incar Duduki Pulau Kharg Iran

Perang Iran-Amerika memasuki fase ketiga; negosiasi perdamaian berakhir buntu. Operasi militer baru, termasuk pendudukan Kharg jadi opsi AS.

HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
PENUH RANJAU - Gambar tangkap layar citra fasilitas pengolahan minyak Iran di Pulau Kharg. Iran memperkuat pulau ini, memenuhinya dengan ranjau sebagai antisipasi niat Amerika Serikat menguasai pulau yang menjadi sentra energi Iran tersebut. 

Hari Terakhir Gencatan Senjata: Perang Fase Ketiga, AS Incar Duduki Pulau Kharg Iran
 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan timnya dilaporkan sedang membahas kemungkinan merebut Pulau Kharg di Iran.

Kabar itu disampaikan seorang pejabat AS seperti dilansir Khaberni, seiring akan berakhirnya waktu gencatan senjata yang sudah ditetapkan sebelumnya oleh Trump sendiri.

Baca juga: Tiga Hari yang Krusial, Perang Lanjutan Iran dan AS-Israel di Depan Mata

Trump disebutkan, enggan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran dan bersikeras kalau penghentian sepenuhnya pengayaan uranium Iran harus menjadi syarat yang harus diterima Teheran dalam negosiasi jika ingin perang berakhir.

Menurut situs berita AS, Axios, seorang pejabat AS mengatakan:

"Trump dan timnya sekarang sedang membahas seperti apa operasi militer baru, termasuk apakah akan mencoba merebut pulau strategis, Kharg".

Pejabat itu menambahkan, "Trump ingin mengakhiri perang sekarang, dengan syaratnya sendiri. Tetapi hanya tersisa satu hari sebelum gencatan senjata berakhir, Iran masih mengendalikan Selat Hormuz, dan kedua pihak belum dapat menetapkan tanggal untuk pertemuan. Jadi, perang bisa saja meningkat secara signifikan."

Baca juga: Fase Kritis Negosiasi Iran-AS: Tanda-Tanda Perang Lanjut Lagi Kian Jelas

REBUT PULAU KHARG - Pulau Kharg, yang terletak sekitar 15 mil dari pantai Iran, merupakan titik vital untuk ekspor minyak, karena sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran diproses melalui pulau ini. Hal ini membuat setiap langkah militer menuju pulau tersebut menjadi langkah yang sangat sensitif yang dapat menempatkan pasukan AS dalam konfrontasi langsung.
REBUT PULAU KHARG - Pulau Kharg, yang terletak sekitar 15 mil dari pantai Iran, merupakan titik vital untuk ekspor minyak, karena sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran diproses melalui pulau ini. Hal ini membuat setiap langkah militer menuju pulau tersebut menjadi langkah yang sangat sensitif yang dapat menempatkan pasukan AS dalam konfrontasi langsung. (HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni)

Fase Ketiga Perang

Menurut situs web tersebut, tim Trump percaya Iran menderita tekanan ekonomi yang berat sebagai akibat dari sanksi.

Laporan menyebut kalau Trump menyiratkan peperangan saat ini memasuki fase ketiga.

Seperti diketahui, Trump mengatakan operasi pengeboman ke Iran, yang dimulai pada 28 Februari, akan berakhir dalam waktu enam minggu, dan dia telah berhati-hati untuk mematuhi tenggat waktu tersebut.

"Pejabat AS itu mengatakan kalau fase pengeboman ini mungkin "hanya fase pertama," kata laporan itu. 

Pejabat itu menambahkan, "Kita sekarang berada di fase kedua (negosiasi yang kemungkinan besar buntu)."

"Apakah fase ketiga akan berupa pengeboman lebih lanjut atau perjanjian damai terserah kepada Iran," kata pejabat itu.

RUDAL IRAN - Bunga api dari serangan rudal Iran ke wilayah Israel. Untuk kebutuhan keamanan, utamanya pembelian sistem peluncur dan rudal pencegat, Israel membutuhkan dana tambahan sebesar 830 juta dolar AS.
RUDAL IRAN - Bunga api dari serangan rudal Iran ke wilayah Israel. Untuk kebutuhan keamanan, utamanya pembelian sistem peluncur dan rudal pencegat, Israel membutuhkan dana tambahan sebesar 830 juta dolar AS. (HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni)

Militer Iran: Kami Siap Merespons Tegas Setiap Aksi Agresi Baru

Di sisi lain, Iran juga sudah menyiapkan skenario pertempuran baru jika negosiasi berujung buntu.

Angkatan bersenjata Iran menyatakan, siap memberikan “tanggapan segera dan tegas” terhadap setiap tindakan permusuhan baru dari pihak lawan, demikian kata seorang komandan militer senior Iran yang dikutip oleh kantor berita semi-resmi Tasnim pada Selasa (21/4/2026).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved