Iran Vs Amerika Memanas
Inggris Bahas Pembukaan Selat Hormuz dengan 35 Negara, PM Keir Starmer Sebut Tak Mudah
Inggris kumpulkan 35 negara bahas pembukaan Selat Hormuz di tengah konflik Iran. PM Keir Starmer sebut langkah ini tak mudah.
Ringkasan Berita:
- Inggris akan menggelar pertemuan 35 negara untuk membahas pembukaan Selat Hormuz.
- Jalur energi vital dunia itu terdampak konflik Iran dengan AS dan Israel.
- PM Keir Starmer menegaskan proses pembukaan kembali tidak akan mudah.
TRIBUNNEWS.COM - Inggris akan mengumpulkan 35 negara dalam pertemuan darurat untuk membahas pembukaan kembali Selat Hormuz yang terdampak konflik di Timur Tengah.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan akibat perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang mengganggu jalur energi global.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan upaya membuka kembali selat tersebut tidak akan mudah.
Dilansir Al Jazeera, Starmer mengatakan pertemuan virtual itu akan digelar pada Kamis (2/4/2026) dan dipimpin Menteri Luar Negeri Yvette Cooper.
Pertemuan tersebut akan membahas langkah diplomatik dan politik untuk memulihkan kebebasan navigasi di jalur strategis tersebut.
“Pertemuan ini akan menilai semua langkah yang memungkinkan untuk menjamin keselamatan kapal dan kelancaran distribusi komoditas vital,” kata Starmer.
Ia menambahkan, Inggris juga akan melibatkan perencana militer untuk menyiapkan opsi pengamanan setelah pertempuran mereda.
Langkah ini dinilai mendesak karena Selat Hormuz merupakan jalur utama bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
Baca juga: Uni Emirat Arab Gabung AS dalam Perang Lawan Iran? Mau Buka Paksa Blokade Selat Hormuz
Penutupan jalur tersebut telah memicu lonjakan harga energi global dan meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan.
Politico melaporkan pertemuan ini akan melibatkan negara-negara yang sebelumnya berkomitmen menjaga keamanan pelayaran, termasuk Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Belanda.
Selain itu, sejumlah negara lain juga menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam menjaga jalur perdagangan tersebut tetap terbuka.
The Guardian melaporkan sekitar 1.000 kapal terdampak akibat pembatasan akses di Selat Hormuz sejak konflik meningkat.
Jumlah kapal yang melintas turun drastis dibandingkan kondisi normal sebelum konflik.
Di sisi lain, Iran menegaskan tetap mengontrol jalur tersebut di tengah konflik yang berlangsung.