Minggu, 12 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Serangan Israel di Beirut Tewaskan Komandan Hizbullah, Konflik Memanas

Militer Israel menyebut Hashem sebagai tokoh kunci yang bertanggung jawab atas ribuan serangan terhadap warga sipil dan pasukan Israel

Editor: Eko Sutriyanto
Tangkapan Layar YouTube Al Jazeera
KONFLIK TIMUR TENGAH - Tangkap layar YouTube Al Jazeera English, memperlihatkan ledakan di Beirut, Lebanon pada 2 Maret 2026 dini hari. Serangan Angkatan Laut Israel di Beirut pada malam hari menewaskan komandan Front Selatan Hizbullah, Hajj Yusuf Ismail Hashem, yang bertanggung jawab atas aktivitas militer kelompok tersebut di Lebanon selatan, wilayah perbatasan dengan Israel 

Ringkasan Berita:
  • Serangan Israel di Beirut menewaskan komandan Hizbullah Hajj Yusuf Ismail Hashem, tokoh kunci operasi militer di Lebanon selatan 
  • Serangan ini terjadi di tengah eskalasi konflik dengan rentetan roket Hizbullah ke Israel dan serangan balasan besar-besaran 
  • Dampaknya, ratusan korban jatuh, ribuan warga mengungsi, dan situasi keamanan semakin memburuk

TRIBUNNEWS.COM, BEIRUT - Serangan Angkatan Laut Israel di Beirut pada malam hari menewaskan komandan Front Selatan Hizbullah, Hajj Yusuf Ismail Hashem, yang bertanggung jawab atas aktivitas militer kelompok tersebut di Lebanon selatan, wilayah perbatasan dengan Israel.

Serangan ini terjadi saat Israel terus menggempur Lebanon, sementara Hizbullah masih melancarkan serangan roket ke wilayah Israel.

Hashem diketahui mengambil alih posisi tersebut dari Ali Karaki pada September 2024, setelah Karaki tewas bersama pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah dalam serangan Israel.

Militer Israel menyebut Hashem sebagai tokoh kunci yang bertanggung jawab atas ribuan serangan terhadap warga sipil dan pasukan Israel.

Kematiannya menjadi salah satu kehilangan terbesar Hizbullah sejak eskalasi konflik terbaru.

Selain itu, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengaku juga menyerang target lain di Beirut, meski tidak merinci identitasnya.

Dua tempat penukaran uang, Boa Chance dan Trade Point International, turut dibom karena diduga digunakan untuk membiayai Hizbullah.

Baca juga: Masyarakat Israel Setuju Perang dengan Iran, tapi Warga AS Menolak

Pejabat Lebanon melaporkan sedikitnya tujuh orang tewas dan 21 lainnya terluka akibat serangan yang menyasar pinggiran selatan Beirut dan wilayah lain di sekitar ibu kota.

Beberapa serangan menghantam kendaraan, sementara lainnya menyasar distrik yang telah banyak dikosongkan setelah peringatan evakuasi.

Di sisi lain, Hizbullah terus menembakkan roket ke Israel.

Salah satu serangan menghantam kota Kiryat Shmona di utara, merusak rumah dan melukai seorang pria berusia 61 tahun, sementara beberapa warga lainnya mengalami syok.

Militer Israel menyebut sekitar 45 roket ditembakkan ke wilayah utara, memicu sirene hingga ke selatan Haifa.

Sebagian besar roket berhasil dicegat atau jatuh di area terbuka, meski satu roket menghantam wilayah Galilea Barat dan melukai tiga orang ringan.

Sejak 2 Maret, Israel mengklaim telah menyerang lebih dari 2.500 target di Lebanon dan menewaskan sekitar 900 anggota Hizbullah.

Serangan darat yang dilakukan disebut berhasil mendorong pasukan Hizbullah menjauh dari perbatasan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved