Iran Vs Amerika Memanas
Konflik AS–Israel Makin Panas, IRGC Diduga Libatkan Anak-anak di Garda Depan
Konflik memanas! IRGC diduga rekrut remaja, bocah 11 tahun tewas di pos keamanan Teheran. Dunia soroti pelibatan anak dalam konflik Iran-AS–Israel.
Warga di beberapa kota seperti Teheran, Karaj, dan Rasht mengaku melihat anak-anak di bawah usia 18 tahun berjaga di pos keamanan. Beberapa di antaranya bahkan terlihat membawa senjata.
“Dia masih remaja, tubuhnya kecil, tapi mengacungkan pistol ke mobil-mobil,” ujar satu saksi.
Laporan lain juga menyebut adanya remaja yang membawa senapan serbu di titik pemeriksaan, yang memicu kekhawatiran terkait keselamatan warga sipil.
Picu Sorotan HAM
Usai isu ini mencuat, Human Rights Watch (HRW) langsung memberikan tanggapan serius.
Organisasi tersebut menyatakan bahwa perekrutan anak di bawah usia 15 tahun dalam kegiatan militer dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Mereka menegaskan bahwa anak-anak tidak seharusnya dilibatkan dalam aktivitas keamanan atau operasi militer dalam kondisi apapun.
Sejalan dengan itu, para ahli hukum internasional juga menilai bahwa penggunaan anak dalam operasi semacam ini berpotensi melanggar hukum internasional.
Selain membahayakan keselamatan anak, keterlibatan mereka dinilai dapat meningkatkan risiko kekerasan di tengah masyarakat, terutama karena keterbatasan pelatihan dan pengalaman dalam menghadapi situasi konflik.
Lebih jauh, kebijakan ini dinilai dapat memperburuk stabilitas keamanan secara keseluruhan.
Alih-alih memperkuat pertahanan, penggunaan personel yang belum matang secara usia dan pengalaman justru berpotensi menambah kompleksitas masalah di lapangan.
Perkembangan ini memperlihatkan eskalasi serius dalam dinamika konflik di Iran.
Tidak hanya berdampak pada stabilitas keamanan, kebijakan tersebut juga menimbulkan kekhawatiran global terkait perlindungan anak di wilayah yang dilanda ketegangan bersenjata.
(Tribunnews.com / Namira)