Senin, 13 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Tanpa AS, 35 Negara akan Mendesak Iran Buka Selat Hormuz

Setidaknya 35 negara akan mengadakan pertemuan virtual untuk membahas cara mendesak Iran untuk membuka Selat Hormuz. AS tak ikut pertemuan itu.

Ringkasan Berita:
  • Sekitar 35 negara menggelar pertemuan untuk menekan Iran agar membuka kembali Selat Hormuz yang diblokade.
  • Namun, upaya militer dinilai tidak realistis oleh Presiden Prancis, sementara Donald Trump meminta sekutu tidak bergantung pada AS.
  • Blokade dan serangan Iran terhadap kapal terkait AS-Israel di Selat Hormuz membuat harga minyak melonjak.
  • Iran berupaya mengontrol pelayaran di selat tersebut dengan sistem izin, biaya, dan seleksi negara.

TRIBUNNEWS.COM - Setidaknya 35 negara bertemu pada hari Kamis (2/4/2026), dalam upaya untuk memberikan tekanan diplomatik dan politik agar Selat Hormuz dibuka kembali.

Selat tersebut merupakan jalur pelayaran vital yang diblokade oleh Iran sebagai respons terhadap serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel di negaranya.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan pertemuan virtual yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Yvette Cooper ini.

"Kami akan menilai semua kemungkinan tindakan diplomatik dan politik yang dapat diambil untuk memulihkan kebebasan navigasi, memastikan keselamatan kapal dan pelaut yang terdampar, dan melanjutkan pergerakan barang-barang penting," kata Keir Starmer, Kamis.

Selain memblokade Selat Hormuz, Iran juga menyerang kapal-kapal komersial terkait AS dan Israel yang mencoba melewati selat itu.

Blokade tersebut menghambat aliran minyak global dan mendorong harga minyak mentah melonjak tajam.

Amerika Serikat tidak akan berpartisipasi dalam pertemuan hari Kamis.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa mengamankan jalur air itu bukan tugas AS dan menyerukan sekutu AS untuk mencari minyak mereka sendiri.

Tidak ada negara yang tampaknya siap untuk mencoba membuka selat tersebut secara paksa selama pertempuran masih berlangsung.

Selain itu Iran memiliki kemampuan untuk menargetkan kapal menggunakan rudal anti-kapal, drone, kapal serang, dan ranjau laut.

Baca juga: Harga Minyak Naik Usai Pidato Agresif Presiden AS Soal Iran, Oposisi Sebut Trump Pria Berbahaya

Namun, Keir Starmer mengatakan pada hari Rabu bahwa perencana militer dari sejumlah negara yang tidak disebutkan akan segera bertemu untuk membahas bagaimana memastikan keamanan navigasi setelah pertempuran berhenti, lapor Al Arabiya.

Presiden Prancis: Mustahil Membuka Selat Hormuz secara Paksa

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa melancarkan operasi militer untuk memaksa pembukaan Selat Hormuz adalah tindakan yang tidak realistis.

Pernyataan itu disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump menantang sekutu AS untuk berupaya membukanya kembali.

“Sebagian orang membela gagasan untuk membebaskan Selat Hormuz dengan paksa melalui operasi militer, sebuah posisi yang terkadang diungkapkan oleh Amerika Serikat, meskipun hal itu telah berubah-ubah,” kata Macron kepada wartawan selama kunjungannya ke Korea Selatan, Kamis.

“Ini bukanlah pilihan yang pernah kami dukung karena tidak realistis,” tambahnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved