Iran Vs Amerika Memanas
Ikut Labeli IRGC Sebagai Teroris, Argentina Usir Kuasa Usaha Iran dari Negaranya
Keputusan Argentina ini menyusul tekanan dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Labeli IRGC Sebagai Teroris, Argentina Usir Kuasa Usaha Iran dari Negaranya
TRIBUNNEWS.COM - Kantor berita Reuters, Kamis (2/4/2026) melaporkan kalau Argentina telah memutuskan untuk mengusir kuasa usaha Iran dari negara tersebut.
Keputusan itu diambil kurang dari 24 jam setelah kepresidenan Argentina mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa negara tersebut telah menetapkan Garda Revolusi Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris.
Baca juga: AS Kian Getol Mengebom: Komandan Unit Fatehin IRGC Iran Tewas, Mantan Menlu Luka-luka
Keputusan Argentina ini menyusul tekanan dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada sekutu-sekutunya untuk melakukan hal tersebut.
Argentina mengaitkan tindakan ini dengan dukungan Garda Revolusi terhadap kelompok Hizbullah Lebanon.
Hizbullah dituduh melakukan pemboman paling mematikan dalam sejarah Argentina, yaitu serangan tahun 1994 terhadap pusat komunitas Yahudi di Buenos Aires yang menewaskan 85 orang dan melukai ratusan lainnya.
Kantor kepresidenan Argentina menyatakan kalau langkah ini memungkinkan pemberlakuan sanksi keuangan dan pembatasan operasional lainnya.
Langkah Balasan Iran
Garda Revolusi Iran adalah pasukan militer elite yang bertujuan untuk melindungi kekuasaan ulama Syiah di Iran, dan mengendalikan sebagian besar sektor ekonomi Iran.
Amerika Serikat dan negara-negara lain, khususnya di Eropa telah mengklasifikasikan Garda Revolusi dan Hizbullah sebagai kelompok teroris.
Pelabelan teroris terhadap IRGC membuat pemerintah Iran melakukan langkah balasan.
Terhadap negara-negara Uni Eropa (UE) Iran menetapkan angkatan bersenjata negara-negara anggota Uni Eropa sebagai organisasi teroris.
"Oleh karena itu, konsekuensi akan ditanggung oleh negara-negara Eropa yang mengambil tindakan tersebut," tegas mendiang pejabat keamanan tinggi Iran, Ali Larijani beberapa waktu lalu.
Larijani dilaporkan tewas dalam serangan udara yang dilakukan AS dan Israel dalam perang yang sudah memasuki bukan kedua.
Langkah Iran ini merupakan respons langsung setelah Uni Eropa memasukkan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) ke dalam daftar teroris sebagai bentuk protes terhadap tindakan keras Teheran yang mematikan dalam meredam demonstran beberapa pekan terakhir.
Keputusan Uni Eropa tersebut mendapat kecaman keras Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Personel-Korps-Garda-Revolusi-Iran.jpg)