Sabtu, 11 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

IRGC Geser Medan Konflik ke Infrastruktur Teknologi, Pusat Data Oracle Disebut Diserang

IRGC klaim serang pusat data Oracle di Dubai dan ancam raksasa teknologi AS, namun dibantah. Ketegangan Iran-AS kian memanas

Editor: Eko Sutriyanto
ist
SERANG PUSAT DATA - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menargetkan pusat data milik Oracle di Dubai. Klaim ini muncul setelah sebelumnya mereka juga mengaku menyerang fasilitas cloud Amazon di Bahrain. 

Ringkasan Berita:
  • IRGC mengklaim menargetkan pusat data Oracle di Dubai dan cloud Amazon di Bahrain sebagai bagian eskalasi konflik, namun klaim ini dibantah dan belum terverifikasi 
  • Iran juga mengancam perusahaan teknologi AS seperti Microsoft hingga Boeing sebagai target balasan
  • AS merespons dengan kesiapsiagaan militer menghadapi potensi serangan.

TRIBUNNEWS.COM, DUBAI - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menargetkan pusat data milik Oracle di Dubai.

Klaim ini muncul setelah sebelumnya mereka juga mengaku menyerang fasilitas cloud Amazon di Bahrain.

Dalam laporan yang disiarkan media pemerintah Iran pada Kamis, IRGC menyebut serangan terhadap pusat data Oracle di Dubai sebagai bagian dari eskalasi konflik yang tengah berlangsung.

Namun, klaim tersebut hingga kini belum dapat diverifikasi secara independen.

Pihak kantor media Dubai segera membantah pernyataan tersebut.

Baca juga: Industri Wisata Dubai Terguncang Akibat Perang Iran Vs AS-Israel

Mereka menegaskan tidak ada serangan terhadap pusat data yang terkait dengan Oracle di wilayah emirat itu.

Sebelumnya, IRGC juga menyatakan telah menargetkan pusat komputasi cloud Amazon di Bahrain.

Serangan itu disebut sebagai aksi balasan terhadap infrastruktur yang dianggap terkait dengan Amerika Serikat.

Rangkaian klaim ini menunjukkan meluasnya fokus Iran terhadap infrastruktur teknologi yang memiliki keterkaitan dengan AS, khususnya di kawasan Teluk.

Ancaman terhadap perusahaan teknologi besar

Pada Selasa, IRGC mengeluarkan ancaman akan menargetkan perusahaan teknologi dan industri besar asal Amerika Serikat mulai 1 April.

Langkah ini disebut sebagai respons atas serangan yang terjadi di wilayah Iran.

Sebanyak 18 perusahaan disebut masuk dalam daftar, termasuk Microsoft, Google, Apple, Intel, IBM, Tesla, hingga Boeing.

IRGC memperingatkan bahwa operasi regional perusahaan-perusahaan tersebut berpotensi menjadi sasaran.

“Perusahaan-perusahaan ini harus bersiap menghadapi kehancuran unit mereka sebagai balasan atas setiap aksi teror di Iran,” demikian pernyataan IRGC.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved