Iran Vs Amerika Memanas
Sosok Randy George, Kepala Staf Angkatan Darat AS yang Diminta Mundur oleh Menhan Pete Hegseth
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth meminta Jenderal Randy George mundur dari jabatan Kepala Staf Angkatan Darat
Ringkasan Berita:
- Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth meminta Jenderal Randy George mundur dari jabatan Kepala Staf Angkatan Darat sebagai bagian dari penyesuaian kepemimpinan di era Donald Trump.
- Keputusan ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas militer terkait konflik Iran dan perubahan besar dalam struktur pimpinan militer AS.
- Randy George merupakan perwira karier berpengalaman yang pernah terlibat dalam berbagai operasi militer besar sebelum akhirnya diminta pensiun lebih awal.
TRIBUNNEWS.COM - Angkatan Darat Amerika Serikat tengah mengalami perubahan kepemimpinan besar setelah Menteri Pertahanan Pete Hegseth meminta Jenderal Randy George untuk mengundurkan diri dan pensiun, Kamis (2/4/2026).
Mengutip Economic Times, keputusan ini diambil meskipun Randy George baru dikonfirmasi pada 2023 untuk masa jabatan empat tahun setelah dinominasikan oleh Joe Biden.
"Jenderal Randy George akan pensiun dari jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat ke-41 dan keputusan ini berlaku segera," kata Sean Parnell, juru bicara utama Pentagon, mengutip CBC.
Para pejabat menyebut langkah ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk menyelaraskan kepemimpinan militer dengan arah kebijakan pemerintahan di bawah Donald Trump.
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat AS, Christopher LaNeve, akan memimpin Angkatan Darat untuk sementara selama masa transisi.
Siapa Jenderal Randy George dan mengapa ia diminta mundur oleh Pete Hegseth?
Pentagon telah mengonfirmasi bahwa Menteri Pertahanan Pete Hegseth meminta Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Randy George untuk mengundurkan diri dan segera pensiun.
Sumber-sumber mengatakan kepada CBS News, Pete Hegseth menginginkan pemimpin yang mampu menjalankan visi administrasi untuk Angkatan Darat.
Seorang pejabat senior Departemen Pertahanan menyatakan bahwa Angkatan Darat berterima kasih atas pengabdian Jenderal Randy George, namun menilai sudah saatnya dilakukan pergantian kepemimpinan.
Jenderal Randy George merupakan perwira infanteri karier yang telah mengabdi di Angkatan Darat AS selama beberapa dekade.
Ia lahir pada 1 November 1964 dan dibesarkan di Alden, Iowa. Orang tuanya adalah Robert dan Lorraine George.
Ia telah menikah dan memiliki anak, meskipun identitas keluarganya tidak dipublikasikan.
Baca juga: Kepala Pentagon Pete Hegseth Peringatkan Iran tentang Konsekuensi Mendukung Pejuang Houthi
George bergabung dengan militer pada 1982, lulus dari Akademi Militer AS pada 1988, dan pernah dikerahkan dalam Operasi Desert Shield, Desert Storm, Iraqi Freedom, serta Enduring Freedom.
Ia kemudian memimpin Divisi Infanteri ke-4 dan menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat dari 2022 hingga 2023, sebelum menjadi Kepala Staf Angkatan Darat pada September 2023 setelah mendapat persetujuan Senat.
Diterjunkan di Irak dan Afghanistan
Mengutip CBC, George merupakan lulusan Akademi Militer West Point dan perwira infanteri yang bertugas dalam Perang Teluk pertama, serta operasi di Irak dan Afghanistan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/R1andy-G1eorge-mengucapkan-sumpah-jab.jpg)