Kamis, 30 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Pertama Kali Sejak Diblokade Iran, Kapal Prancis Lewati Selat Hormuz

Pertama kali sejak Selat Hormuz diblokade Iran, sebuah kapal Prancis berhasil melewati selat tanpa mendapatkan serangan apapun.

Tayang:
Editor: Suci BangunDS
Instagram @emmanuelmacron
PRESIDEN MACRON - Foto ini diambil dari Instagram Macron pada Kamis (10/4/2025), memperlihatkan Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara selama pertemuan dengan anggota Uni Eropa pada 4 April 2025 ketika menanggapi tarif timbal balik yang ditetapkan Trump. Pada 3 April 2026, pertama kali sejak Selat Hormuz diblokade Iran, sebuah kapal Prancis berhasil melewati selat tanpa mendapatkan serangan apapun. 

Iran telah berulang kali menyatakan mereka tidak akan mengizinkan kapal-kapal yang terkait negara-negara yang terlibat dalam serangan terhadapnya, bersama Amerika Serikat dan Israel, untuk melintas.

Selain itu, Iran mencatat bahwa mereka mungkin mengizinkan kapal-kapal dari negara-negara sahabat untuk melintas setelah koordinasi sebelumnya.

Kemarin, Inggris menjadi tuan rumah pertemuan yang dihadiri lebih dari 40 negara untuk membahas upaya membuka kembali Selat dan memastikan jalur aman melalui selat tersebut.

Mereka mengumumkan dukungannya terhadap upaya Bahrain untuk mengeluarkan resolusi mengenai masalah ini, lapor Al Jazeera.

Penutupan Selat Hormuz – yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia – telah menyebabkan kenaikan tajam harga energi dan gangguan rantai pasokan.

Lalu lintas pengiriman melalui Selat Hormuz telah menurun ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan jumlah kapal yang melintas turun sebesar 93 persen dibandingkan dengan periode sebelum perang, menurut data dari perusahaan analisis pengiriman maritim Kpler.

Perusahaan tersebut melaporkan bahwa sekitar 225 kapal tanker bahan baku telah melintasi Selat Hormuz sejak pecahnya perang.

Perang AS-Israel Terhadap Iran

Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran terjadi setelah AS-Israel meluncurkan serangan ke berbagai wilayah Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan ini terjadi hanya dua hari setelah perundingan antara AS dan Iran terkait pembatasan program nuklir kembali digelar di Jenewa.

Selama ini, AS dan Israel menuding Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir melalui program nuklirnya.

Namun, pemerintah Iran membantah keras tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa program tersebut murni untuk kebutuhan energi sipil.

Serangan tersebut menjadi awal pecahnya konflik baru di kawasan Timur Tengah yang menewaskan lebih dari 1.900 orang di Iran.

Situasi ini juga menyebabkan Iran menarik diri dari proses diplomasi yang sebelumnya sedang berlangsung dengan AS.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan militer milik AS dan Israel di kawasan.

Selain itu, Iran juga mengambil langkah strategis dengan memblokade Selat Hormuz, jalur vital pengiriman energi dunia.

Blokade tersebut berdampak besar terhadap perekonomian global, terutama dengan melonjaknya harga minyak dunia.

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan krisis energi dan memperburuk ketegangan geopolitik di tingkat internasional.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved