Rabu, 29 April 2026

WHO Soroti Tragedi di Sudan, RS Diserang Saat Petugas Medis Selamatkan Nyawa, Ruang Operasi Hancur

WHO mengungkap keprihatinannya atas meningkatnya serangan terhadap layanan kesehatan di daerah-daerah yang dilanda konflik di Sudan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/who.int
KONFLIK SUDAN - Rumah Sakit Pendidikan Al Jabalayn di barat daya Kota Kosti, Sudan rusak akibat serangan pada 2 April 2026. 

Ringkasan Berita:
  • WHO mengungkap kesedihan atas penyerangan fasilitas kesehatan di Sudan
  • Serangan menewaskan sedikitnya 10 petugas kesehatan dan melukai 22 orang lainnya
  • UNICEF sebut  serangan terhadap rumah sakit merupakan pelanggaran berat terhadap hak-hak anak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) mengungkap keprihatinannya atas meningkatnya serangan terhadap layanan kesehatan di daerah-daerah yang dilanda konflik di Sudan.

Dalam tiga tahun sejak konflik dimulai di Sudan, WHO mencatat ada 214 serangan yang menargetkan fasilitas kesehatan di Sudan.

Akibat serangan tersebut, 2.042 tewas dan 785 luka-luka.

Pada tiga bulan pertama 2026, tercatat ada 13 serangan terhadap fasilitas kesehatan yang menewaskan 184 orang dan melukai 295 jiwa.

Terbaru, pada 2 April 2026 terjadi penyerangan terhadap Rumah Sakit Pendidikan Al Jabalayn di barat daya Kota Kosti, Negara Bagian Nail al-Abyadh.

Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 10 petugas kesehatan, termasuk direktur medis, dan melukai 22 orang lainnya.

Baca juga: WHO: Lebih 2.000 Tewas dalam Serangan Fasilitas Kesehatan Sudan

Hal memilukan, serangan terjadi saat rumah sakit tengah menjalankan aktivitas penting penyelamatan nyawa.

Ruang gawat darurat dan ruang operasi dilaporkan hancur total akibat serangan tersebut, membuat layanan medis lumpuh seketika.

Kondisi ini menunjukkan bahwa bahkan fasilitas kesehatan yang sedang aktif menangani pasien tidak luput dari ancaman dalam konflik bersenjata.

“Kami sangat sedih atas kematian, cedera, dan kerusakan aset kesehatan yang terus terjadi akibat serangan terhadap fasilitas kesehatan di Sudan," ujar Perwakilan WHO untuk Sudan Dr Shible Sahbani dikutip dari who.int.

Menurut Shible, meskipun telah berulang kali diserukan untuk melindungi layanan kesehatan, tetap saja terjadi penyerangan.

Baca juga: Perang Saudara di Sudan: Luka Kemanusiaan yang Tak Kunjung Pulih

Menurut dia, serangan-serangan ini semakin membatasi akses terhadap layanan kesehatan pada saat layanan kesehatan sangat dibutuhkan.

“Pasien dan petugas kesehatan tidak seharusnya takut akan nyawa mereka atau mempertaruhkan nyawa saat mencari dan memberikan layanan kesehatan," ujar dia.

WHO menyerukan agar para pihak yang terlibat konflik mematuhi Hukum Kemanusiaan Internasional dengan tidak menargetkan fasilitas dan tenaga kesehatan.

"Kami menyerukan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam konflik untuk mematuhi Hukum Kemanusiaan Internasional dan menghormati kesucian kesehatan,” ucapnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved