Rabu, 6 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Serangan Presisi, Rudal Iran Hancurkan Pabrik Drone Israel 48 Jam Setelah Dijual

Gambar-gambar menunjukkan kawah besar beberapa meter dari lokasi pabrik drone Israel yang terkena hantaman rudal Iran.

Tayang:
Tribunnews.com/Tangkap Layar/Khaberni
HANCUR KENA RUDAL - Gambar kerusakan sebuah pabrik drone Israel yang terkena serangan rudal Iran, Jumat (3/5/2026). Lokasi target berada di kota Petah Tikva, yang merupakan kota industri terbesar kedua di Israel. 

Serangan Presisi, Rudal Iran Hancurkan Pabrik Drone Israel 48 Jam Setelah Dijual

TRIBUNNEWS.COM - Serangan rudal Iran pada Jumat (3/4/2026) dilaporkan menghantam sebuah pabrik Israel yang khusus memproduksi drone keamanan di kota Petah Tikva di Israel tengah.

Serangan yang menghancurkan bagian pabrik itu terjadi hanya dua hari setelah pabrik itu dijual, menurut Al Jazeera yang mendapatkan rincian detail serangan pada Minggu (5/4/2026).

Baca juga: Markas Besar Komando Militer Iran: Trump Bohong Soal Penyelamatan Pilot AS, 2 Black Hawk Hancur

"Ditemukan bahwa lokasi target yang tepat melalui koordinat (32°06'25.2″N 34°53'03.9″E) berada di kota Petah Tikva, yang merupakan kota industri terbesar kedua di Israel," kata laporan itu.

Pemeriksaan rekaman yang disiarkan oleh akun-akun media sosial berentitas Israel dengan persetujuan sensor militer, dan gambar-gambar lain yang diambil oleh kantor berita, menunjukkan kerusakan yang luas pada pabrik tersebut setelah dihantam rudal Iran.

Gambar-gambar tersebut menunjukkan kawah besar beberapa meter dari lokasi kejadian.

Ini adalah satu-satunya pabrik yang terkena dampak parah di antara pabrik-pabrik di kompleks tersebut.

"Luasnya dampak serangan pada pabrik menunjukkan ketepatan sasaran," kata laporan itu.

Baru Dilego

Perusahaan pemilik pabrik itu, Aerosol Aero Solutions menginformasikan bursa saham Israel tentang kerusakan signifikan setelah hulu ledak rudal Iran meledak di lokasi tersebut. 

Ironisnya, serangan ini terjadi hanya dua hari setelah perusahaan ValoRex mengakuisisi pabrik tersebut, menurut surat kabar Israel, "Calcalist".

Surat kabar ekonomi tersebut mengungkapkan informasi rinci tentang perusahaan yang menjadi target serangan rudal Iran ini.

Laporan menjelaskan bahwa "Aerosol" adalah perusahaan mapan yang telah bekerja selama lebih dari 13 tahun di bidang pengembangan drone operasional untuk badan keamanan dan pemerintahan di Israel dan di seluruh dunia.

Dalam rincian kesepakatan tersebut, ValoRex, yang beroperasi di sektor keamanan internal, membayar 26 juta shekel (sekitar $8,3 juta) untuk mengakuisisi 70 persen saham Aerosol, dengan komitmen untuk menyuntikkan tambahan 9 juta shekel (sekitar $2,8 juta) secara bertahap.

Akuisisi ini merupakan langkah penting bagi ValoRex dalam upayanya membangun entitas multidisiplin di bidang pertahanan.

Calcalist menjabarkan kalau rencana investasi tersebut mencakup peningkatan efisiensi pabrik, perluasan tenaga kerja, dan penggunaan material komposit dalam manufaktur khusus untuk perusahaan keamanan besar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved