Sabtu, 9 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

IDF Incar Naim Qassem, Hizbullah Sanggup Luncurkan 200 Rudal Per Hari Selama 5 Bulan ke Depan

Militer Israel memperkirakan Hizbullah memiliki konsep "ekonomi senjata" hingga masih sanggup meluncurkan ratusan roket per hari.

Tayang:
khaberni/HO
BERLINDUNG - Seorang prajurit Israel (IDF) berlari untuk berlindung saat roket Hizbullah menghantam wilayah pendudukan utara Israel. 

Media Israel: IDF Incar Naim Qassem, Hizbullah Sanggup Luncurkan 200 Per Hari Selama 5 Bulan ke Depan

TRIBUNNEWS.COM - Channel 12 Israel melaporkan perkiraan dari militer Israel yang menunjukkan kalau gerakan Hizbullah Lebanon sanggup meluncurkan sekitar 200 roket setiap hari ke wilayah Israel selama lima bulan ke depan.

Menurut laporan tersebut, meskipun mendapat tekanan militer yang intens, militer Israel (IDF) meyakini kalau Hizbullah mempertahankan semacam "ekonomi senjata".

Baca juga: Hizbullah Klaim Gagalkan Pendaratan Pasukan Besar IDF dalam 15 Helikopter Israel di Lebanon

Konsep ekonomi senjata ini memungkinkan mereka untuk terus meluncurkan serangan roket dan pesawat tak berawak dengan intensitas tinggi ke dalam Israel.

IDF memperkirakan Hizbullah menargetkan mampu mempertahankan laju penembakan hampir 200 operasi per hari selama lebih dari lima bulan.

"Penilaian Militer Israel menunjukkan bahwa Hizbullah dengan cermat mengelola persediaan rudal dan roketnya, dan mengasumsikan keberadaan ratusan platform peluncuran," kata laporan itu, dikutip Minggu (5/4/2026).

Peluncur-peluncur roket itu sebagian besar berada di utara Sungai Litani, yang tersebar di dalam rumah dan daerah pemukiman untuk mempersulit deteksi dan penghancurannya dari udara, tambah laporan itu.

Sekjen Hizbullah Naim Qassem
Sekjen Hizbullah Naim Qassem (PressTV)

IDF Incar Naim Qassem

Sebaliknya, menurut laporan tersebut, militer Israel menunjuk pada celah dalam struktur Hizbullah, termasuk terputusnya hubungan antara kepemimpinan pusat di Beirut dan kelompok-kelompok bersenjata di Lebanon selatan, penurunan moral yang signifikan, penurunan perekrutan, dan upaya untuk menghindari konfrontasi langsung.

Menurut sumber-sumber dilaporan tersebut, Israel masih menolak untuk mengaitkan jalannya perang di Lebanon dengan Iran, dan bersikeras untuk melanjutkan operasi militer di wilayah Lebanon hingga area di selatan Sungai Litani menjadi "zona demiliterisasi sepenuhnya," baik oleh tentara Israel maupun tentara Lebanon.

Narasumber itu menekankan kalau "keamanan sejati" bagi penduduk Israel utara hanya akan tercapai dengan cara ini.

Israel juga mengeluarkan peringatan langsung kepada kepemimpinan Hizbullah saat ini.

Sumber-sumber keamanan Israel mengatakan kepada Channel N12 bahwa Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, menjadi target pembunuhan oleh IDF.

Para narasumber informasi itu menekankan kalau  Qassem "sudah di depan mata," dan bahwa setiap kesempatan praktis akan dimanfaatkan untuk bertindak melumpuhkannya, sebagai bagian dari strategi intensif yang menargetkan kepemimpinan Hizbullah dan kemampuannya yang semakin berkembang di utara perbatasan, menurut laporan berbahasa Ibrani tersebut.

 

 

(oln/khbrn/*)

 

 
 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved