Iran Vs Amerika Memanas
Iran Melunak, 15 Kapal Diizinkan Melintas di Selat Hormuz Selama 24 Jam Terakhir
Iran buka akses terbatas Selat Hormuz, 15 kapal melintas di tengah ketegangan global. Dunia waspada dampak krisis energi dan jalur minyak vital dunia.
Ringkasan Berita:
- Iran buka akses terbatas di Selat Hormuz dengan sekitar 15 kapal diizinkan melintas dalam 24 jam terakhir.
- Data Windward mencatat 20 transit kapal (14 keluar, 6 masuk), menjadi yang tertinggi sejak konflik dimulai, namun masih jauh di bawah rata-rata normal 138 kapal per hari.
- Ketegangan di Selat Hormuz memicu respons global, termasuk pembahasan diplomatik lebih dari 40 negara dan IMO untuk menjaga stabilitas jalur pelayaran serta pasokan energi dunia.
TRIBUNNEWS.COM - Iran kembali membuka akses secara terbatas di Selat Hormuz dengan mengizinkan sekitar 15 kapal melintas dalam kurun 24 jam terakhir.
Informasi ini disampaikan oleh media lokal FarsNews Agency, Senin (6/4/2026), yang menyebut bahwa aktivitas pelayaran di jalur strategis tersebut tetap berada di bawah pengawasan ketat di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Sementara itu, perusahaan analisis maritim Windward mencatat adanya 20 kali transit kapal dalam periode yang sama.
Dari jumlah tersebut, 14 kapal tercatat keluar dan 6 kapal masuk melalui Selat Hormuz. Tak dirinci kapal dari negara mana saja yang diizinkan lewat dalam periode waktu itu.
Namun data ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pelayaran dibanding hari-hari sebelumnya, bahkan menjadi angka tertinggi sejak konflik dimulai pada 28 Februari.
Meski pemerintah Iran menyatakan bahwa jalur pelayaran strategis telah dibuka, akan tetapi Iran tetap memberlakukan pembatasan dengan kebijakan selektif terhadap kapal-kapal yang melintas.
Menurut pernyataan resmi yang dikutip dari media pemerintah Iran, izin pelayaran diberikan berdasarkan kategori negara asal kapal.
Kapal dari negara yang tidak terlibat dalam serangan terhadap Iran tetap diperbolehkan melintas, sementara kapal dari negara yang dianggap mendukung agresi disebut dapat dibatasi atau bahkan tidak diberikan akses.
Dalam laporan yang sama, kapal-kapal yang berasal dari Irak disebut memperoleh izin khusus untuk melintasi Selat Hormuz.
Kebijakan ini dinilai sebagai bagian dari pengaturan baru yang diterapkan Iran dalam mengelola arus pelayaran di jalur energi paling strategis di dunia tersebut.
Baca juga: Diancam Trump dengan Kata Kasar Minta Selat Hormuz Dibuka, Iran Singgung Syarat dan Beri Peringatan
AS dan Israel Dihapus dari Jalur Strategis Dunia
Di sisi lain, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam menegaskan bahwa Selat Hormuz “tidak akan kembali ke keadaan semula,” terutama bagi Amerika Serikat dan Israel yang disebut sebagai pihak utama dalam eskalasi konflik.
Iran juga dikabarkan tengah menyiapkan regulasi baru yang memungkinkan penerapan biaya atau tarif bagi setiap kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Selain itu, terdapat laporan bahwa sistem pelayaran di Selat Hormuz mulai diatur melalui dua koridor.
Jalur pertama berada di bawah pengawasan Iran di sekitar Pulau Larak, sementara jalur kedua lebih dekat ke wilayah Oman dan disebut mulai digunakan oleh sejumlah kapal yang dikelola pihak Oman.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Iran tetap mempertahankan sikap keras terhadap kedua negara itu, yang dianggap sebagai lawan politik dan militer di tengah meningkatnya ketegangan regional.