Minggu, 10 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

AS-Iran dan Mediator Bahas Syarat Gencatan Senjata 45 Hari, Berpotensi Akhiri Perang Secara Permanen

AS, Iran, dan sekelompok mediator regional sedang membahas syarat-syarat untuk gencatan senjata.

Tayang:
Penulis: Nuryanti
Editor: Sri Juliati
Ringkasan Berita:
  • AS, Iran, dan sekelompok mediator regional sedang membahas syarat-syarat untuk gencatan senjata.
  • Para mediator sedang membahas syarat-syarat kesepakatan dua tahap.
  • Gencatan senjata dapat diperpanjang jika diperlukan waktu tambahan untuk perundingan.

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS), Iran, dan sekelompok mediator regional sedang membahas syarat-syarat untuk gencatan senjata potensial selama 45 hari yang dapat mengarah pada pengakhiran permanen perang.

Hal ini sebagaimana laporan Axios pada Minggu (5/4/2026), mengutip empat sumber AS, Israel, dan mediator regional yang mengetahui pembicaraan tersebut.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa para mediator sedang membahas syarat-syarat kesepakatan dua tahap.

Adapun tahap pertama akan berupa gencatan senjata potensial selama 45 hari di mana pengakhiran permanen perang akan dinegosiasikan.

Lalu, fase kedua adalah kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa gencatan senjata dapat diperpanjang jika diperlukan waktu tambahan untuk perundingan.

Presiden AS, Donald Trump mengatakan kepada Wall Street Journal pada Minggu bahwa batas waktu yang ia tetapkan bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz atau menghadapi serangan terhadap infrastruktur penting adalah Selasa (7/4/2026) malam.

Tak Ada Tanda-tanda Iran Mundur

Iran tidak menunjukkan tanda-tanda akan melonggarkan cengkeramannya terhadap pelayaran melalui Selat Hormuz, yang sepenuhnya terbuka sebelum Israel dan AS menyerang Iran pada 28 Februari 2026 untuk memulai perang.

Menyusul unggahan Trump yang penuh kata-kata kasar, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf menyebut ancaman menargetkan infrastruktur Iran sebagai tindakan "sembrono."

Anda tidak akan mendapatkan apa pun melalui kejahatan perang,” tulis Qalibaf di X.

Satu-satunya solusi nyata adalah menghormati hak-hak rakyat Iran dan mengakhiri permainan berbahaya ini.”

Baca juga: Iran Melunak, 15 Kapal Diizinkan Melintas di Selat Hormuz Selama 24 Jam Terakhir

Saat ini, harga minyak mentah Brent, standar internasional, naik menjadi $109 pada perdagangan spot Senin pagi, sekitar 50 persen lebih tinggi daripada saat perang dimulai.

Iran telah mengizinkan beberapa kapal melewati selat tersebut sejak perang dimulai, tetapi tidak ada yang milik AS, Israel, atau negara-negara yang dianggap membantu mereka.

Beberapa kapal telah membayar Iran untuk melewati selat tersebut dan arus lalu lintas secara keseluruhan turun lebih dari 90 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Trump Keluarkan Ancaman dengan Kata Kasar

Donald Trump menyuruh Iran untuk membuka Selat Hormuz paling lambat hari Selasa (7/4/2026).

Desakan itu disampaikan Donald Trump dalam unggahan yang penuh dengan kata-kata kasar.

Jalur yang menjadi saluran sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam dunia ini sebagian besar telah ditutup sejak perang dimulai pada Sabtu (28/2/2026) lalu.

Trump mengancam akan menghantam infrastruktur energi dan transportasi yang menurut para kritikus akan melanggar hukum internasional.

Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya digabung menjadi satu, di Iran,” tulisnya di platform Truth Social miliknya, Minggu (5/4/2026).

Tidak akan ada yang seperti ini!!! Bukalah Selat sialan itu, kalian ba****** gila, atau kalian akan hidup di Neraka – LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah. Presiden DONALD J. TRUMP."

Baca juga: AS Hampir Tidak Mau Menyelamatkan Kru F-15E, Mengira Jebakan Iran

MENGANCAM IRAN - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur pembangkit listrik Iran jika tak kunjung membuka Selat Hormuz dalam 48 jam agar bisa kembali dilintasi kapal tanker pengangkut minyak. Ancaman tersebut dia lontarkan di akun Truth Social hari Sabtu, 21 Maret 2026.
MENGANCAM IRAN - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur pembangkit listrik Iran jika tak kunjung membuka Selat Hormuz dalam 48 jam agar bisa kembali dilintasi kapal tanker pengangkut minyak. Ancaman tersebut dia lontarkan di akun Truth Social hari Sabtu, 21 Maret 2026. (HO/IST/X/Iran 24)

Di luar ancaman militer Trump, upaya diplomatik masih terus dilakukan untuk melihat apakah solusi dapat dicapai untuk membuka kembali jalur perairan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Oman mengatakan, wakil menteri luar negeri dan para ahli dari Iran dan Oman bertemu untuk membahas usulan guna memastikan "transit yang lancar" melalui selat tersebut.

Mesir mengatakan, Menteri Luar Negeri Badr Abdelatty telah berbicara dengan utusan AS Steve Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, serta dengan rekan-rekan mereka dari Turki dan Pakistan.

Rusia mengatakan, Araghchi juga berbicara dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.

Lebih dari 1.900 orang telah tewas di Iran sejak perang dimulai, tetapi pemerintahnya belum memperbarui jumlah korban selama beberapa hari.

Di Lebanon, yang telah diinvasi Israel melalui jalur darat, lebih dari 1.400 orang telah tewas dan lebih dari 1 juta orang mengungsi.

Sebelas tentara Israel tewas di sana saat menargetkan militan Hizbullah yang didukung Iran.

Di negara-negara Teluk Arab dan Tepi Barat yang diduduki, lebih dari dua lusin orang tewas, sementara 19 orang dilaporkan tewas di Israel dan 13 anggota militer AS tewas.

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Berita lain terkait Iran Vs Amerika Memanas

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved