Minggu, 12 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

AS Kirim Senjata ke Demonstran Iran tapi Tak Pernah Sampai, Trump Kecewa

AS ternyata mengirim senjata untuk para demonstran Iran tapi senjata itu tidak pernah sampai. Trump kecewa dan tuduh kelompok Kurdi menyimpan senjata.

Facebook The White House
PRESIDEN AS TRUMP - Foto diambil dari Facebook The White House, memperlihatkan Presiden AS Donald Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Senin (6/4/2026). Pada 6 April, Trump mengklaim AS pernah mengirim senjata untuk para demonstran Iran tapi senjata itu tidak pernah sampai. Trump kecewa dan tuduh kelompok Kurdi menyimpan senjata tersebut untuk kelompoknya sendiri. 

Ringkasan Berita:
  • Trump klaim AS pernah mengirim senjata untuk demonstran anti-pemerintah di Iran, namun tidak sampai ke tujuan dan diduga diambil pihak lain, termasuk kelompok Kurdi.
  • Klaim itu dibantah oleh berbagai kelompok oposisi Kurdi Iran yang menegaskan tidak pernah menerima bantuan senjata dari AS.
  • Para analis juga menilai tuduhan itu tidak masuk akal karena kendala geografis dan minimnya jaringan logistik untuk distribusi senjata skala besar.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan AS sebelumnya telah berupaya mempersenjatai para demonstran anti-pemerintah Iran, tetapi senjata-senjata itu tidak pernah sampai ke orang yang tepat.

Trump mengancam mereka yang menyimpan senjata-senjata itu untuk diri mereka sendiri akan membayar harga yang mahal.

Komentar tersebut tampaknya ditujukan kepada separatis Kurdi, karena sehari sebelumnya Trump menyalahkan mereka atas tindakan tersebut, meskipun ia tidak menyebutkan hal ini secara spesifik dalam komentarnya.

Trump mengatakan persenjataan itu dimaksudkan untuk menjangkau para demonstran anti-pemerintah untuk membantu mereka melawan pemerintah Iran selama protes yang berlangsung pada bulan Januari lalu.

Kerusuhan di Iran dimulai pada 29 Desember 2025, dipicu oleh runtuhnya nilai rial.

Selama gelombang protes anti-pemerintah besar-besaran yang melanda Iran, Trump bersumpah bahwa bantuan AS sedang dalam perjalanan dan mendesak para demonstran untuk turun ke jalan serta merebut lembaga-lembaga pemerintah Iran.

Pada 8 Januari, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melaporkan munculnya individu bersenjata di antara para demonstran.

Namun setelah pemerintah Iran memulai penindakan terhadap orang-orang bersenjata, Trump mundur.

Bulan berikutnya pada 28 Februari, Trump baru memulai serangan bersama Israel terhadap berbagai wilayah Iran.

“Kami mengirimkan senjata, banyak senjata, senjata-senjata itu seharusnya diberikan kepada masyarakat agar mereka bisa melawan para preman ini,” kata Trump kepada wartawan di acara Paskah Gedung Putih, Senin (7/4/2026).

Baca juga: Bisakah Donald Trump Diadili Atas Kejahatan Perang di Iran?

“Tahukah Anda apa yang terjadi? Orang-orang yang mereka kirimi barang-barang itu tetap menerimanya,” lanjut Trump, dikutip dari The Times of Israel.

“Mereka berkata, 'Senjata yang indah sekali. Kurasa aku akan menyimpannya,'” klaim Trump, seraya menambahkan, “Jadi saya sangat kesal dengan sekelompok orang tertentu, dan mereka akan membayar mahal untuk itu.”

Dalam konferensi persnya, Trump tidak memberikan rincian tentang siapa yang ia tuduh mengambil senjata AS.

Namun, pada hari Minggu, seorang reporter Fox News mengutip Trump yang menyalahkan perantara separatis Kurdi karena telah mengambil senjata AS yang ditujukan untuk para demonstran anti-pemerintah Iran.

“Kami mengirimkan senjata kepada para demonstran, banyak dari mereka… dan saya pikir orang Kurdi mengambil senjata-senjata itu,” kata Trump seperti yang dilaporkan Fox News, Minggu (5/4/2026).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved