Iran Vs Amerika Memanas
Bisakah Donald Trump Diadili Atas Kejahatan Perang di Iran?
Terlepas dari meningkatnya kritik terhadap perang, sekutu-sekutu Partai Republik presiden AS sebagian besar tetap mendukungnya.
Ringkasan Berita:
- Partai Demokrat mengecam Donald Trump atas dugaan melakukan 'kejahatan perang' terhadap Iran.
- Beberapa anggota Kongres AS mempertanyakan kelayakan Trump menjabat presiden AS setelah mengeluarkan kata-kata kasar.
- Trump tidak banyak menjawab pertanyaan pers soal pengeboman jembatan dan pembangkit listrik di Iran dapat dianggap sebagai kejahatan perang.
TRIBUNNEWS.COM, AS - Sejumlah politisi Partai Demokrat mengecam Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setelah berulangkali mengancam akan menghancurkan infrastruktur sipil Iran dalam sebuah pesan yang penuh dengan kata-kata kasar.
Para anggota legislatif dari Partai Demokrat AS mempertanyakan kestabilan mental Trump, menyebutnya sudah 'tidak waras'.
Apalagi Trump mengancam akan mengebom pembangkit listrik dan jembatan di Iran yang menurut para ahli hukum akan sama dengan kejahatan perang karena dengan sengaja menyerang infrastruktur sipil.
Anggota Kongres Yassamin Ansari menyerukan penerapan Amandemen ke-25 untuk mencopot Trump dari kursi kepresidenan dan ia tidak layak untuk menjabat sebagai Presiden AS.
“Presiden Amerika Serikat adalah orang gila yang tidak waras dan ancaman keamanan nasional bagi negara kita dan seluruh dunia,” tulis Ansari dalam sebuah unggahan di media sosial.
Selama lebih dari dua minggu, Trump telah mengancam akan "menghancurkan" infrastruktur sipil Iran jika Teheran tidak membuka Selat Hormuz.
Baca juga: Wacana Menggulingkan Trump Karena Dianggap Mulai Tidak Waras, Amandemen Ke-25 Diusulkan
Unggahan Trump media sosial pada hari Minggu – yang bertepatan dengan liburan Paskah, berisi kata-kata kasar dan menyebut nama Allah – sangat mengejutkan banyak kritikus Trump di dalam negeri dan di seluruh dunia.
“Hari Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya digabung menjadi satu, di Iran. Tidak akan ada yang seperti ini!!!” tulis Trump.
“Bukalah Selat sialan itu, kalian bajingan gila, atau kalian akan hidup di Neraka – LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah.”
Hakeem Jeffries, Pemimpin Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat, menyebut pesan Trump itu "menjijikkan dan tidak masuk akal".
“Ada yang benar-benar salah dengan orang ini,” tulis Jeffries di X.
'Orang gila yang tidak bermoral'
Serangan perdana AS di Iran pada 28 Februari lalu menyebabkan sebuah sekolah perempuan di selatan negara itu hancur dan menewaskan lebih dari 170 orang, sebagian besar anak-anak.
Berbagai investigasi visual menunjukkan bahwa serangan itu kemungkinan besar dilakukan oleh rudal Tomahawk milik AS .
Serangan udara AS-Israel juga menghantam beberapa universitas di seluruh Iran serta bangunan tempat tinggal warga dan pusat-pusat medis.
Hukum humaniter internasional melarang penargetan warga sipil dan penghancuran infrastruktur sipil sebagai bentuk hukuman kolektif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Donald-Trump-dan-Perdana-Menteri-Israel-Benjamin-Netanyahu-2.jpg)