Iran Vs Amerika Memanas
Iran Nyatakan Menang Besar: Kami Paksa AS Terima 10 Poin Syarat Iran
Iran menyatakan kemenangan besar dalam perang dengan AS dan Israel, menyebut AS pada prinsipnya menerima 10 poin dalam proposalnya.
Ringkasan Berita:
- Dewan Tertinggi Iran menyatakan meraih kemenangan besar setelah Trump mengumumkan gencatan senjata sementara selama 2 minggu, yang dimediasi oleh Pakistan.
- Dewan tersebut mengklaim AS pada prinsipnya menyetujui 10 poin yang diajukan Iran untuk mengakhiri perang.
- Perundingan yang ditengahi Pakistan akan dilanjutkan pada 10 April di Islamabad, Pakistan.
TRIBUNNEWS.COM - Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan mereka telah meraih kemenangan besar setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata sementara selama dua minggu.
Mereka menegaskan keberhasilan Teheran dalam memaksa Amerika Serikat untuk menerima rencana penyelesaian 10 poin Iran.
"Musuh telah menderita kekalahan yang tak terbantahkan, bersejarah, dan telak dalam perang pengecut, ilegal, dan kriminalnya terhadap bangsa Iran," tulis dewan tersebut dalam pernyataannya, Rabu (8/4/2026).
Dewan tersebut menyebutkan beberapa syarat yang ditetapkan Iran dalam rencana 10 poinnya, yang "pada prinsipnya" diterima oleh AS.
"Iran meraih kemenangan besar dan memaksa Amerika yang kriminal untuk menerima rencana 10 poinnya, di mana Amerika Serikat pada prinsipnya berkomitmen untuk tidak melakukan agresi, melanjutkan kendali Iran atas Selat Hormuz, menerima pengayaan uranium, pencabutan semua sanksi primer dan sekunder, penghentian semua resolusi Dewan Keamanan dan Dewan Gubernur, pembayaran kompensasi oleh Iran, penarikan pasukan tempur Amerika dari kawasan tersebut, dan penghentian perang di semua front, termasuk melawan perlawanan Islam Lebanon," tulisnya.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran tak lupa menyebut para pejuang perlawanan di Lebanon, Irak, Yaman, dan Palestina yang diduduki yang melawan agresi AS dan Israel.
Iran juga menuduh Israel, menyebutnya "zionizme global yang jahat", karena meyakinkan Trump perang tersebut akan menghancurkan Iran.
"Zionisme global yang jahat telah meyakinkan presiden Amerika yang bodoh itu bahwa perang ini akan menghancurkan Iran dan melenyapkannya," lanjutnya.
Dewan tersebut menyebut AS dan Israel berupaya memecah Iran, mengambil kekayaannya, lalu meninggalkannya setelah mengacaukannya selama bertahun-tahun.
"Mereka bermimpi memecah Iran, menjarah minyak dan kekayaannya, lalu meninggalkan rakyat Iran di tengah kekacauan, ketidakstabilan, dan ketidakamanan yang mereka ciptakan selama bertahun-tahun kemudian," tambahnya.
Baca juga: Iran Buka Selat Hormuz Selama 2 Minggu usai Trump Umumkan Gencatan Sementara
Iran mengungkapkan, militernya hampir menghancurkan kekuatan militer AS di wilayah itu, merujuk pada fasilitas militer AS di berbagai negara Arab yang menjadi sasaran serangan balasan Iran.
"Karena alasan ini mereka mulai mencoba berkomunikasi dengan Iran melalui berbagai saluran dan metode dan meminta gencatan senjata," kata dewan itu.
Dewan tersebut mengingatkan warga Iran ini adalah momen bersejarah, di mana musuh memohon untuk menghentikan serangan balasan, namun pemerintah Iran memutuskan perang berlanjut hingga tujuan tercapai, yaitu membuat musuh putus asa dan menghapus ancaman jangka panjang terhadap Iran.
"Iran menanggapi semuanya hingga perang terus berlanjut hingga hari ini, hari ke-40. Iran juga menolak tenggat waktu yang diajukan Presiden AS dan menekankan tenggat waktu dari musuh tidaklah penting," lanjutnya, dikutip dari Dunya Eqtesad.
Melalui Pakistan, dewan tersebut menekankan Iran akan memaksa AS menerima syarat-syarat dari negaranya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Potret-Pemimpin-Tertinggi-Iran-Mojtaba-Khamenei-yang-diunggah-s.jpg)