Iran Vs Amerika Memanas
Iran Bersikeras Masukkan Lebanon dalam Gencatan Senjata, AS Menolak
Iran bersikeras memasukkan Lebanon dalam perjanjian gencatan senjata, tapi AS menolak dengan mengatakan itu tidak termasuk dalam poin yang disepakati.
"Setiap kesepakatan harus membahas kekhawatiran yang ditimbulkan oleh program nuklir dan rudal balistik Iran, serta kebijakan dan tindakan regionalnya yang mengganggu navigasi di Selat Hormuz," jelasnya, seperti diberitakan Al Arabiya.
Ia menekankan Prancis akan memainkan peran penuhnya, dalam kerja sama erat dengan para mitranya di Timur Tengah dalam membangun perdamaian yang kokoh dan abadi.
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf mengatakan bahwa bernegosiasi dengan Amerika Serikat adalah tidak logis karena adanya "pelanggaran" terhadap rencana sepuluh poin Teheran.
Ia secara khusus mencatat berlanjutnya permusuhan oleh Israel di Lebanon, di mana serangan udara serentak menewaskan sedikitnya 182 orang dan melukai 890 lainnya pada hari Rabu.
J.D. Vance: AS Tak Sebut Gencatan Senjata Lebanon Jadi Bagian dari Perundingan
Wakil Presiden AS J.D. Vance pada hari Rabu mendesak Iran untuk tidak membiarkan kesepakatan gencatan senjata yang rapuh itu runtuh karena serangan Israel terhadap Lebanon, beberapa hari sebelum ia memimpin pembicaraan dengan Teheran di Pakistan.
"Saya pikir Iran mengira gencatan senjata itu termasuk Lebanon, tetapi sebenarnya tidak. Kami tidak pernah membuat janji itu," kata J.D. Vance, Rabu.
Pernyataan J.D. Vance disampaikan saat ia meninggalkan Hongaria, negara yang ia kunjungi untuk mendukung kampanye pemilihan Perdana Menteri Viktor Orban.
"Jika Iran ingin membiarkan negosiasi ini gagal karena Lebanon, yang tidak ada hubungannya dengan negosiasi ini dan yang tidak pernah dinyatakan oleh Amerika Serikat sebagai bagian dari gencatan senjata, maka pada akhirnya itu adalah pilihan mereka," kata J.D. Vance kepada wartawan di Hongaria.
Sehari setelah Washington dan Teheran mencapai gencatan senjata selama dua minggu, Israel melancarkan serangan udara paling intensif di Lebanon sejak Hizbullah terlibat dalam perang tersebut pada awal Maret.
Namun, J.D. Vance mengklaim pihak Israel berbicara tentang menahan diri agar negosiasi dengan Iran berhasil.
Wakil Presiden AS menjelaskan Trump mengharapkan Iran untuk memenuhi janjinya membuka Selat Hormuz untuk pengiriman minyak.
"Jika mereka melanggar komitmen mereka dalam kesepakatan ini, mereka akan menghadapi konsekuensi yang sangat serius," katanya.
J.D. Vance dijadwalkan memimpin delegasi AS ke perundingan di Pakistan pada hari Sabtu (11/4/2026).
Selain J.D. Vance, delegasi tersebut akan mencakup Utusan Khusus AS Steve Wittkopf dan Jared Kushner, menantu Trump, seperti yang dijelaskan oleh juru bicara Gedung Putih Caroline Leavitt pada konferensi pers.
Namun, Trump kemudian mengatakan J.D. Vance mungkin tidak akan hadir dalam perundingan itu karena alasan keamanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/P3z3shkian-345354reteeer434.jpg)