Jumat, 5 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Gedung Putih: Trump Buang 10 Poin Rekomendasi Iran ke Tempat Sampah

Nasib gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran yang rapuh itu tampak semakin tidak pasti.

Tayang:
Editor: Hasanudin Aco
Tangkap Layar/Khaberni
SEKUTU UTAMA - Gambar tanoak kayar dari Khaberni, Senin (6/1/2026) yang menunjukkan Presiden Amerika Serikat (AS) dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dengan latar belakang bendera Iran. 

 

TRIBUNNEWS.COM, AS -  Nasib gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran yang rapuh itu tampak semakin tidak pasti.

Pada hari ini, Kamis (9/4/2026) waktu Indonesia, baik Amerika Serikat (AS) dan Iran saling klaim kemenangan dalam perang dan memberikan versi yang sangat berbeda tentang apa poin-poin yang telah disepakati dalam gencata senjata.

Misalnya, Iran dan Pakistan, yang menjadi penengah gencatan senjata di menit-menit terakhir sama-sama menegaskan bahwa gencatan senjata tersebut mencakup perdamaian di Lebanon. 

Namun Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tidak setuju lalu memerintahkan pasukan Israel melancarkan serangan terhadap lebih dari 100 target di Lebanon sehingga menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai sedikitnya 1.165 orang.

"Skala pembunuhan dan kehancuran di tengah serangan Israel di Lebanon sangat mengerikan,"  kata Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Türk dikutip dari The Guardian.

Dia mendesak komunitas internasional untuk "mengakhiri mimpi buruk ini".

Amerika Serikat juga membantah bahwa Lebanon pernah dimasukkan dalam kesepakatan tersebut.

Garda Revolusi Iran (IRGC) sebagaimana dikutip dari Press TV  akan memberikan "tanggapan yang akan disesali" jika serangan terhadap Lebanon tidak segera dihentikan.

Terdapat pula laporan yang saling bertentangan mengenai status Selat Hormuz yang sangat penting.

AS menyatakan selat tersebut terbuka dengan adanya peningkatan lalu lintas dan menyatakan bahwa Donald Trump mengharapkan selat tersebut tetap terbuka "tanpa batasan".

Sementara Iran mengatakan rute tersebut "tetap tertutup" dan memperingatkan bahwa kapal-kapal yang melewati jalur air tersebut tanpa izin akan "ditargetkan dan dihancurkan".

Iran dilaporkan menghentikan lalu lintas pengiriman di selat tersebut sebagai pembalasan atas serangan berkelanjutan Israel – yang diduga menargetkan Hizbullah – di Lebanon.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan bahwa tiga klausul kunci dari gencatan senjata yang baru beberapa jam disepakati telah "dilanggar secara terang-terangan dan jelas" termasuk gencatan senjata di Lebanon.

Ia mengatakan juga telah terjadi pelanggaran wilayah udara Iran dan penolakan hak Iran untuk melakukan pengayaan nuklir.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved