Kamis, 21 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Pakistan Jadi “Payung Nuklir” Saudi, Ribuan Pasukan Hingga Jet Tempur Dikerahkan Gegara Perang Iran

Pakistan kirim ribuan tentara dan jet tempur ke Arab Saudi usai ancaman Iran meningkat. Saudi kini disebut di bawah “payung nuklir” Islamabad.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Pakistan mengerahkan sekitar 8.000 tentara, jet tempur JF-17, sistem pertahanan udara HQ-9, dan drone ke Arab Saudi setelah meningkatnya ancaman konflik dengan Iran
  • Arab Saudi disebut berada di bawah “payung nuklir” Pakistan setelah kedua negara menandatangani perjanjian pertahanan SMDA pada 2025.
  • Di tengah pengerahan militer besar-besaran, Pakistan juga tetap memainkan peran diplomatik dengan menjadi mediator gencatan senjata dan pembicaraan damai antara Iran dan Amerika Serikat.

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Pakistan mengerahkan ribuan tentara serta aset militer strategis ke Arab Saudi.

Berdasarkan laporan terbaru yang dikutip Reuters, Islamabad telah mengirim sekitar 8.000 personel militer ke wilayah Arab Saudi sebagai bagian dari kerja sama pertahanan kedua negara.

Pengerahan tersebut disebut mulai dilakukan sejak awal April, besarnya jumlah pasukan yang dikerahkan dinilai menunjukkan bahwa Pakistan kini mengambil peran lebih aktif dalam menjaga keamanan Arab Saudi setelah serangan Iran sebelumnya menghantam fasilitas energi penting milik Riyadh.

Serangan itu sempat memicu kekhawatiran internasional karena dikhawatirkan dapat memicu perang terbuka yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Selain mengirim pasukan darat, Pakistan juga mengerahkan jet tempur JF-17, sistem pertahanan udara HQ-9 buatan China, serta berbagai drone mematikan sebagai bagian dari implementasi perjanjian keamanan kedua negara.

Namun hingga kini belum ada kepastian apakah kapal perang Pakistan telah tiba di wilayah Arab Saudi atau masih dalam perjalanan.

Pemerintah Pakistan maupun Arab Saudi juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait operasi pengerahan militer berskala besar tersebut.

Pakistan Jadi “Payung Nuklir” Saudi

Di tengah pengerahan pasukan itu, muncul istilah bahwa Arab Saudi kini berada di bawah “payung nuklir” Pakistan

Istilah tersebut menjadi sorotan setelah Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, memberi isyarat bahwa perjanjian pertahanan kedua negara mencakup perlindungan strategis tingkat tinggi.

“Payung nuklir” sendiri merupakan istilah dalam dunia militer yang berarti sebuah negara mendapat perlindungan keamanan dari negara pemilik senjata nuklir. 

Dalam konteks ini, Pakistan sebagai negara bersenjata nuklir dianggap siap memberikan perlindungan strategis kepada Arab Saudi jika kerajaan tersebut menghadapi ancaman besar.

Baca juga: Presiden Iran Akui Negara Babak Belur Gegara Perang, Ekonomi Lumpuh Infrastruktur Hancur

Meski tidak ada pernyataan resmi bahwa Pakistan akan menggunakan senjata nuklir untuk membela Saudi, banyak pengamat menilai hubungan pertahanan kedua negara kini jauh lebih dalam dibanding sebelumnya.

Mengingat pada September 2025  Arab dan Pakistan telah menandatangani Perjanjian bernama Strategic Mutual Defence Agreement (SMDA) yang menyatakan bahwa serangan terhadap salah satu negara akan dianggap sebagai ancaman terhadap keduanya. 

Pengerahan besar-besaran tersebut memperlihatkan bahwa Pakistan tidak hanya berperan sebagai sekutu diplomatik, tetapi juga sebagai mitra keamanan utama Arab Saudi di tengah ketegangan yang terus meningkat di Timur Tengah.

Situasi ini pun memunculkan kekhawatiran internasional karena keterlibatan lebih banyak negara dalam konflik kawasan dapat memperbesar resiko perang regional yang lebih luas.

Pakistan Jalankan Peran Ganda di Tengah Konflik

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved