Iran Vs Amerika Memanas
Lebanon Umumkan Hari Berkabung Nasional setelah Diserang Israel, 254 Orang Tewas dan 1.165 Terluka
Badan Pertahanan Sipil Lebanon mengatakan sedikitnya 254 orang tewas dan 1.165 lainnya terluka dalam serangan pada hari Rabu.
Ringkasan Berita:
- Pengumuman hari berkabung nasional di Lebanon disampaikan di tengah gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
- Badan Pertahanan Sipil Lebanon mengatakan sedikitnya 254 orang tewas dan 1.165 lainnya terluka dalam serangan pada hari Rabu.
- Menteri Kesehatan Lebanon, Rakan Nassereddine, mengatakan Lebanon menghadapi "eskalasi berbahaya" setelah Israel melancarkan "lebih dari 100 serangan udara" di seluruh negeri.
TRIBUNNEWS.COM - Lebanon menyatakan hari berkabung nasional pada Kamis (9/4/2026) setelah serangan Israel menghantam negara itu.
Pengumuman hari berkabung nasional di Lebanon disampaikan di tengah gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang rapuh kurang dari 48 jam setelah diberlakukan.
AS dan Iran sama-sama mengklaim kemenangan setelah menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dan negosiasi yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang telah menewaskan ribuan orang di seluruh Timur Tengah dan memicu gejolak ekonomi global.
Namun, keretakan kesepakatan itu muncul dengan cepat pada Rabu (8/4/2026) ketika Israel melakukan serangan terberatnya di negara tetangga Lebanon -- termasuk di pusat Beirut yang padat penduduk -- sejak kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran bergabung dalam perang pada awal Maret 2026.
Serangan Israel menghantam beberapa area komersial dan perumahan padat penduduk di pusat Beirut tanpa peringatan, menewaskan ratusan orang dan melukai lebih dari 1.000 lainnya.
Badan Pertahanan Sipil Lebanon mengatakan sedikitnya 254 orang tewas dan 1.165 lainnya terluka dalam serangan pada hari Rabu.
Menteri Kesehatan Lebanon, Rakan Nassereddine, mengatakan Lebanon menghadapi "eskalasi berbahaya" setelah Israel melancarkan "lebih dari 100 serangan udara" di seluruh negeri.
“Ambulans masih mengangkut korban ke rumah sakit. Kami mendesak organisasi internasional untuk membantu sektor kesehatan Lebanon,” kata Nassereddine kepada Al Jazeera.
Kantor perdana menteri Lebanon mengatakan hari Kamis akan menjadi "hari berkabung nasional untuk para martir dan korban luka dari serangan Israel yang menargetkan ratusan warga sipil yang tidak bersalah dan tidak berdaya," memerintahkan penutupan administrasi publik dan penurunan bendera.
Beberapa jam kemudian, Hizbullah mengatakan telah menembakkan roket ke arah Israel sebagai tanggapan atas "pelanggaran" gencatan senjata AS-Iran, yang disepakati pada Selasa (7/4/2026) malam.
Israel mengatakan pertempurannya melawan kelompok Lebanon itu bukan bagian dari gencatan senjata, argumen yang digaungkan oleh Wakil Presiden AS JD Vance, beberapa hari sebelum ia dijadwalkan memimpin pembicaraan dengan Teheran di Pakistan.
Baca juga: Dunia Soroti Serangan Brutal Israel Sasar Lebanon di Tengah Gencatan Senjata Iran
"Jika Iran ingin membiarkan negosiasi ini gagal karena Lebanon, yang tidak ada hubungannya dengan mereka, dan yang tidak pernah sekali pun dikatakan Amerika Serikat sebagai bagian dari gencatan senjata, itu pada akhirnya adalah pilihan mereka," kata JD Vance, seperti diberitakan Al Arabiya.
Namun, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf tampaknya mengancam gencatan senjata, dengan memposting di X bahwa "dasar yang dapat diterapkan untuk bernegosiasi" telah dilanggar, membuat pembicaraan lebih lanjut "tidak masuk akal."
Ghalibaf menyebutkan tiga dugaan pelanggaran AS terhadap rencana gencatan senjata, yakni serangan berkelanjutan di Lebanon, sebuah drone memasuki wilayah udara Iran, dan penolakan hak negara itu untuk melakukan pengayaan uranium.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SERANGAN-UDARA-ISRAEL-DI-LEBANON.jpg)