Selasa, 28 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Perang AS-Israel Vs Iran Buat Rusia Cuan, Pendapatan Minyak Tembus 9 Miliar Dolar dalam Sebulan

Perang AS–Israel vs Iran picu krisis energi global. Rusia justru cuan, pendapatan minyak tembus 9 miliar dolar. Namun, risiko ekonomi masih membayangi

Tayang:
Editor: Nuryanti

Pendapatan dari sektor minyak dan gas sendiri menjadi tulang punggung anggaran negara Rusia. Sepanjang tahun 2026, pemerintah menargetkan penerimaan sekitar 7,9 triliun rubel dari sektor tersebut.

Kenaikan pendapatan tidak terlepas dari melonjaknya harga minyak mentah Rusia jenis Urals. 

Pada Maret 2026, harga rata-rata mencapai sekitar 77 dolar AS per barel, meningkat tajam dari sekitar 44 dolar AS per barel pada Februari.

Angka tersebut bahkan melampaui asumsi harga dalam anggaran negara yang berada di kisaran 59 dolar AS per barel.

Di tengah terganggunya distribusi energi global, permintaan terhadap minyak Rusia juga mengalami peningkatan.

Sejumlah negara mencari alternatif pasokan untuk menjaga stabilitas energi domestik, yang pada akhirnya turut mendorong kenaikan harga dan memperbesar pendapatan Rusia.

Rusia Diuntungkan, tapi Risiko Tetap Ada

Meski Rusia mengalami lonjakan pendapatan dari sektor minyak, kondisi ekonomi negara beruang merah ini dinilai belum sepenuhnya stabil.

Sejumlah indikator menunjukkan bahwa keuntungan yang diperoleh dari kenaikan harga energi masih dibayangi berbagai risiko struktural.

Pemerintah Rusia tercatat mengalami defisit anggaran sebesar sekitar 4,58 triliun rubel pada kuartal pertama 2026, menandakan adanya tekanan fiskal meskipun penerimaan dari sektor energi meningkat.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa lonjakan pendapatan minyak belum cukup untuk menutup keseluruhan kebutuhan anggaran negara.

Selain itu, tekanan terhadap perekonomian Rusia juga datang dari sejumlah faktor lain. 

Serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi dinilai dapat mengganggu distribusi dan produksi, sementara ancaman penurunan output minyak berpotensi mengurangi kapasitas ekspor dalam jangka menengah.

Di sisi lain, ketidakpastian pasar global turut memperbesar risiko fluktuasi harga energi yang selama ini menjadi andalan pendapatan negara.

Para ekonom memperingatkan bahwa ketergantungan yang tinggi terhadap sektor energi membuat perekonomian Rusia rentan terhadap perubahan kondisi eksternal.

Dengan dinamika geopolitik yang masih belum stabil, tahun 2026 diperkirakan tetap menjadi periode yang menantang bagi Rusia, meskipun saat ini tengah menikmati lonjakan pendapatan dari krisis energi global.

Kondisi ini menegaskan bahwa keuntungan jangka pendek dari kenaikan harga minyak tidak serta-merta menjamin kestabilan ekonomi dalam jangka panjang.

(Tribunnews.com / Namira)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved